Winnie The Pooh

Wisata Religi

Saat jalan-jalan ke Kota Jakarta dan singgah di Masjid Istiqlal.

Pantai Mutun Lampung

Study Tour bersama teman kampus ke Lampung

Wisata Religi

Ziarah ke makam Almarhum UJE

Wisata Religi

Singgah ke Masjid Istiqlal Jakarta

Wisata Religi

Masjid Kubah Emas

Pulau Kemaro

Prasasti Legenda Pulau Kemaro

Masjid Cheng Ho Palembang

Arsitektur Cina yang melekat pada Masjid Cheng Ho Palembang seakan-akan saya berada di Negeri Cina

Asrama Haji Lampung

Sewaktu Study Tour ke Lampung menginap di Asrama Haji Lampung

Pulau Kemaro

Gerbang masuk menuju Pulau Kemaro Palembang

Pantai Mutun Lampung

Indahnya pemandangan Pantai Mutun Lampung

Kenangan Teman Kuliah

Indahnya kebersamaan bersama teman kuliah, masa-masa yang tak terlupakan

Jalan-Jalan

Dermaga Pelabuhan Tanjung Api-api

Jalan-Jalan

Foto Ramai-ramai di Dermaga Pelabuhan Tanjung Api-api

Jalan-Jalan

Dermaga Penyeberangan menuju Pulau Pahawang

Holiday

Serunya bermain banana boat di Pantai Clara Bandar Lampung

Jalan-Jalan

Serunya bermain di Pantai Clara Bandar Lampung

My Birthday

Serunya Ulang Tahun ku bersama teman-teman ku....tiup lilin nya.............

My Birthday

Suapan dari Bunda yang tersayang, Bunda Rita.............

My Birthday

Potong Tumpengnya.............

Belajar Ngemse

Belajar memberanikan diri tuk tampil di depan umum.............

Tim Merah Putih

Suasana Kemeriahan HUT Kemerdekaan RI Tahun 2019.............

Juara

Yeay...dapat hadih dan piala nih.............

Tim Medis selalu siaga

Kenangan sewaktu dirawat saat Diklatsar.............

Coach Abah Qum

Teman Seperjuangan dalam satu kelompok.............

Coach Abah Qum

Teman Seperjuangan dalam satu kelompok.............

Bonbon n Embul

Senangnya main sama dua bocah yang super gemesin ini.............

My Bonbon

Bocah yang selalu Aktif.............

Wednesday, 30 September 2015

Kabut Asap di Kota ku

Gerbang masuk Pangkalan TNI Lanud Palembang
Foto diatas....adakah yang tahu....?? Tentunya tidak asing bagi warga Palembang, apalagi yang sudah pernah tinggal di daerah Sukarami...hehee.....
Pangkalan TNI AU....yahh benar sekali...itu adalah jalan menuju Markas Besar Pangkalan TNI AU Palembang...Jalan Adi sucipto KM.10 Palembang.

Jam di tanganku menunjukkan pukul 09.00 WIB, seharusnya pada cuaca normal sekarang sudah siang, dan matahari pun seharusnya sudah bersinar terang memberikan sinarnya untuk smua makhluk hidup. Namun dipagi ini, matahari nampak bersembuyi, oohh apakah karena dia tertutup oleh awan...??? Namun sepertinya tidak....

aaahh aku tahu....walau sudah siang, ternyata masih banyak kabut dan belum juga hilang, bukankah seharusnya kabut itu hanya dipagi hari ya?? Bukankah sekarang sudah menjelang siang?
ternyata eh ternyata....ini bukanlah seperti yang kita lihat, kabut dipagi hari yg seperti tetesan salju, dan bisa disebut embun...itu sungguh sangat menyejukkan, dan akan terasa segar bila kita menghirupnya, namun yang ini adalah kabut asap...yahh benar...kabut asap yang bisa menyesakkan pernapasan dan menghalau jarak pandang dan membuat mata pedih....

Meski hari sudah siang namun kabut asap masih lumayan tebal
Sudah beberapa waktu ini, mungkin pekan, mungkin juga bulan, bencana kabut asap terjadi di Kota ku, Kota Palembang Provinsi Sumatera Selatan. Aku pikir awalnya kabut asap terjadi hanya karena kemarau panjang dan belum juga turun hujan, namun penyebab lainnya adalah banyaknya terjadi kebakaran lahan hutan, seperti diberitakan di media, bahwa di Provinsi Sumatera Selatan terjadi banyak kebakaran lahan hutan dan juga lahan gambut, dan yang sulit dipadamkan adalah lahan gambut, karena lahan gambut bisa mencapai 8 meter, sehingga jika dipadamkan, yang mati hanya permukaan dan belum sampai ke bawah tanah, katanya sih begituuu....hehee....

Perlu diketahui, menurut info yang aku dapat, lahan gambut di Sumsel mencapai 1,4 juta hektar. Bila musim kemarau berkepanjangan lahan gambut bisa terbakar dengan sendirinya meski tidak dibakar. Karena bergesekan dengan ranting saja lahan gambut bisa terbakar. Itu sih info yang saya dapat, bener gak ya?? Kalo kurang tepat mohon koreksi dong, hehee...

Lalu apa yang dapat kita lakukan dengan bencana kabut asap ini?
Sebenarnya sih ini sudah problem nasional ya, karena bukan hanya di Sumatera, tapi juga di Kalimantan dan beberapa daerah lainnya terjadi hal yang sama. Seperti yang kita ketahui, bahwa Pemerintah Provinsi Sumsel sudah melakukan berbagai upaya untuk memadamkan api dengan cara melibatkan masyarakat maupun pemadaman dari udara dan waterbombing. Dan juga pihak Kepolisian telah menangkap sejumlah orang yang diduga terlibat membakar hutan, dan juga saya sering melihat Helikopter TNI-AU yang terbang dengan membawa air yang katanya dengan muatan 3 ton sekali berangkat untuk memadamkan api, dan juga Helikopter yang membawa garam (katanya gitu,, hehee...) untuk membuat hujan buatan.

Dulunya tempat ini sangat sejuk dipagi hari, namun sekarang rindangnya pepohonan sudah kalah dengan kabut asap
Jadi, saya sebagai masyarakat biasa mengajak kita semua untuk berdoa dan berharap pada Pemerintah untuk segera dapat menemukan solusi terbaik untuk menyelesaikan permasalahan ini. Dan juga, jangan menambah masalah yang ada ya, apa misalnya?? Seperti menambah asap dengan melakukan pembakaran,..loh...saya kan gak punya hutan..??? Iya sih kamu gak punya hutan, tapi terkadang kamu kurang sadar lingkungan dengan membakar sampah...benar tidak??? Hehee....kadang aku juga melakukan itu..hihi....
karena dengan membakar sampah pun kita sudah menyumbang asap dan polusi udara, alangkah baiknya sekarang kita membuang sampah pada tempatnya,  dan juga sekarang sudah ada dari Pemerintah maupun Swasta yang melakukan pengolahan sampah. Kalau dirumahku sih ada tukang angkut sampah, 2 hari sekali dan membayar Rp.20.000 perbulan, cukup murah bukan....daripada kita membakarnya dan mecemari polusi udara...hehe....

Aahhh sebenarnya apa yang aku tulis ini nyambung apa gak ya??? Dari asap...ke sampah....
hehee....
Maklum aja lah ya ini lagi belajar nulis....mohon maaf jika ada kesalahan dan mohon koreksinya....terima kasih....

Bintang

Menjelang malam, aku tak dapat memejamkan mata ini
Kenapa ya??
Rasa kantuk ini sungguh telah menghampiri,
namun seolah mata ini enggan menuruti si rasa kantuk itu,
Mata ini seolah menolak untuk diajak terpejam...

Terpejam....mata ini mencoba terpejam....
Namun akhirnya terbuka kembali....
Mencoba memejamkan mata....
Namun juga sia-sia...

Memandang langit,
Berharap ada bulan dan bintang yang bertebaran
Menghiasi gelapnya malam
Namun...yang ada hanya awan kosong...
Gelap...tanpa cahaya...
Awan kosong tanpa ditemani rekan-rekannya...

Kemana mereka???
Kemana bulan dan para bintang
yang biasanya menghiasi malam
yang biasanya membuat langit menjadi cerah
yang biasanya menemaniku di kesunyian malam

ohh....
apakah mereka sedang bersembunyi...
bersembunyi karena lelah...
tapi aku yakin...
bahwa mereka tidak akan pernah lelah....

Aku yakin...walau mreka tidak hadir disini malam ini
Aku yakin...mreka masih tetap ada di langit yang sama
Hanya saja, malam ini aku tak melihatnya
karna mreka sedang ada di belahan bumi lainnya

Bintang....
Dia tidak akan pernah lelah
Dia tidak akan pernah berhenti
Dia akan selalu bersinar
Memberikan cahaya dan sinar yang terang
ditengah gelapnya malam

Bintang....
Dia akan selalu ada dan tak akan pernah padam...

Tuesday, 29 September 2015

JUJUR

5 huruf...1 kata...
J_U_J_U_R

Sebenarnya jujur itu apa?
Mengapa terkadang akibat ketidak"jujur"an mengakibatkan hati menjadi sakit??
Apakah dengan berkata jujur pun bisa melukai hati seseorang?
Aahh entahlah....

Setelah tahu bahwa seseorang itu tidak jujur, maka yang engkau rasakan adalah "kecewa", dan setelah engkau kecewa, maka akan sulit selanjutnya untuk mempercayainya lagi, lalu bagaimana?? Bagaimana semestinya?? Apa yang seharusnya dilakukan jika engkau terlanjur tak percaya kepada seseorang karena orang tersebut tidak jujur padamu??

Benar kata pepatah yang menyebutkan "Honesty more important than money"....Kejujuran itu lebih penting/lebih mahal daripada uang....

Aduuhh sebenarnya aku ini menulis apa?? Hahaa....

Aaahhh sudahlah....sebenarnya aku tidak marah, aku hanya kecewa...kecewa karena ada yang tidak jujur padaku...

Monday, 28 September 2015

Ayoo pulang Nak...

Ayoo pulang nak...seru ayahku sambil menggoyang-goyangkan tubuhku pelan dan mengusap pipiku.
Tapi aku sudah tertidur karna hari sudah malam sehingga hanya menggolek saja, lalu ayahku menggendong ku dan sambil menuntun sepeda ontel tua nya membawaku pulang, di iringi ibuku di belakangnya.

Malam itu, kami sedang berkunjung kerumah Saudara, tepatnya mereka adalah anak dari Pakde ku, kalau gak salah sih aku disuruh manggil mereka dengan sebutan "Kakang" (maklum kami orang jawa....jadi urutan panggilannya gitu, heehee...). Ayah ibuku asyik mengobrol dengan "kakang"ku, sedangkan aku menonton tv sambil bermain bersama saudara sepupu ku, namanya Desi, aku memanggilnya mbak, karena selain dia lebih tua 6tahun dari aku, mbak Desi juga adalah anak dari "kakang"ku. waktu itu belum ada tv berwarna, yang ada baru tv hitam putih, ahhh..apa karena kami masih tinggal di pedesaan ya?? Tapi kalau dibilang pedesaan sih itu daerah Palembang, tapi Palembang nya yg sebelah mana.... heheee....dan tontonan dijaman itu kalau seingatku film siluman ular putih...waduuhh itu film favorit di kala itu...hihii...

Waktu itu sekitar tahun 1993an, mungkin umurku baru sekitar 4tahun, berarti aku lahir tahun berapa ya....???hihiii... itu salah satu moment yang membuat aku terkenang selalu akan kasih sayang orang tuaku, betapa mereka menyayangi aku, meski dalam keadaan kehidupan yang sederhana, tapi aku merasa bahagia, aahh mungkin karena waktu itu aku masih kecil, jadi belum mengerti akan manis pahitnya isi dunia ini....hahaa....

Ketika hari mulai malam, mungkin jika dirasakan malam itu sudah jam 10an, aku sudah tidur di lantai di depan tv bersama mbak Desi. Kemudian aku mendengar ayah ibuku pamit kepada "Kakang" dan istrinya untuk pulang. Lalu ayah menggendongku, sambil menuntun sepeda ontel tuanya, sambil bercerita canda tawa sepanjang jalan dengan ibuku, aku hanya sayup sayup mendengar karena aku tidur dalam gendongan ayahku yang sambil berjalan. Kurasakan semilir udara malam itu, sungguh terasa sangat sejuk, setelah sekitar 15 menit akhirnya kami sampai dirumah, (berarti rumah kakang ku tidak terlalu jauh ya..karena dengan berjalan kaki hanya 15 menit).

Nak...sudah sampai, cuci kaki dulu baru tidur lagi ya...seru Ayahku lembut penuh kasih sayang.
Lalu aku terbangun dan cuci kaki, setelah cuci kaku lalu pergi ke tempat tidur bersama ibuku, dan akhirnya...aku tidur sambil di"kelonin" ibuku....oohh bahagianya masa-masa itu...masa kecil yang indah, aku sayang kalian..

Ayah.....aku sayang Ayah, aku rindu dekapanmu, aku rindu belaianmu, aku rindu pelukanmu, aku rindu wajahmu, aku rindu....rindu...rindu......semuanya tentangmu....

Ibu....aku sayang Ibu...aku akan berusaha untuk membahagiakanmu....aku akan berusaha untuk.....memberikan yang terbaik untukmu....

#SepenggalKisah.

Sunday, 27 September 2015

Bintang

Kan kuabaikan s'gala hasratku
Agar kau pun tenang dengannya

Ku pertaruhkan semua ragaku
Demi dirimu bintang

Reff:
Biarkan ku menggapaimu
Memelukmu.. Memanjakanmu..
Tidurlah Kau Di pelukku
Di pelukku.. Di pelukku..

Biar kutunda segala hasratku
'Tuk miliki dirimu

Karna semua t'lah tersiratkan
Dirimu 'kan milikku

Back to Reff

Hingga kau mimpikan aku
Mimpikan kita
Mimpikan kita

Jangan pernah kau terjaga
Dari tidurmu di pelukanku

Pelukanku....

Pelukanku...