Winnie The Pooh

Menulis memang menyenangkan, bisa berbagi cerita dan pengalaman, informasi dan info kejadian sekitar.

Monday, 28 September 2015

Ayoo pulang Nak...

Ayoo pulang nak...seru ayahku sambil menggoyang-goyangkan tubuhku pelan dan mengusap pipiku.
Tapi aku sudah tertidur karna hari sudah malam sehingga hanya menggolek saja, lalu ayahku menggendong ku dan sambil menuntun sepeda ontel tua nya membawaku pulang, di iringi ibuku di belakangnya.

Malam itu, kami sedang berkunjung kerumah Saudara, tepatnya mereka adalah anak dari Pakde ku, kalau gak salah sih aku disuruh manggil mereka dengan sebutan "Kakang" (maklum kami orang jawa....jadi urutan panggilannya gitu, heehee...). Ayah ibuku asyik mengobrol dengan "kakang"ku, sedangkan aku menonton tv sambil bermain bersama saudara sepupu ku, namanya Desi, aku memanggilnya mbak, karena selain dia lebih tua 6tahun dari aku, mbak Desi juga adalah anak dari "kakang"ku. waktu itu belum ada tv berwarna, yang ada baru tv hitam putih, ahhh..apa karena kami masih tinggal di pedesaan ya?? Tapi kalau dibilang pedesaan sih itu daerah Palembang, tapi Palembang nya yg sebelah mana.... heheee....dan tontonan dijaman itu kalau seingatku film siluman ular putih...waduuhh itu film favorit di kala itu...hihii...

Waktu itu sekitar tahun 1993an, mungkin umurku baru sekitar 4tahun, berarti aku lahir tahun berapa ya....???hihiii... itu salah satu moment yang membuat aku terkenang selalu akan kasih sayang orang tuaku, betapa mereka menyayangi aku, meski dalam keadaan kehidupan yang sederhana, tapi aku merasa bahagia, aahh mungkin karena waktu itu aku masih kecil, jadi belum mengerti akan manis pahitnya isi dunia ini....hahaa....

Ketika hari mulai malam, mungkin jika dirasakan malam itu sudah jam 10an, aku sudah tidur di lantai di depan tv bersama mbak Desi. Kemudian aku mendengar ayah ibuku pamit kepada "Kakang" dan istrinya untuk pulang. Lalu ayah menggendongku, sambil menuntun sepeda ontel tuanya, sambil bercerita canda tawa sepanjang jalan dengan ibuku, aku hanya sayup sayup mendengar karena aku tidur dalam gendongan ayahku yang sambil berjalan. Kurasakan semilir udara malam itu, sungguh terasa sangat sejuk, setelah sekitar 15 menit akhirnya kami sampai dirumah, (berarti rumah kakang ku tidak terlalu jauh ya..karena dengan berjalan kaki hanya 15 menit).

Nak...sudah sampai, cuci kaki dulu baru tidur lagi ya...seru Ayahku lembut penuh kasih sayang.
Lalu aku terbangun dan cuci kaki, setelah cuci kaku lalu pergi ke tempat tidur bersama ibuku, dan akhirnya...aku tidur sambil di"kelonin" ibuku....oohh bahagianya masa-masa itu...masa kecil yang indah, aku sayang kalian..

Ayah.....aku sayang Ayah, aku rindu dekapanmu, aku rindu belaianmu, aku rindu pelukanmu, aku rindu wajahmu, aku rindu....rindu...rindu......semuanya tentangmu....

Ibu....aku sayang Ibu...aku akan berusaha untuk membahagiakanmu....aku akan berusaha untuk.....memberikan yang terbaik untukmu....

#SepenggalKisah.

2 comments: