Winnie The Pooh

Wisata Religi

Saat jalan-jalan ke Kota Jakarta dan singgah di Masjid Istiqlal.

Pantai Mutun Lampung

Study Tour bersama teman kampus ke Lampung

Wisata Religi

Ziarah ke makam Almarhum UJE

Wisata Religi

Singgah ke Masjid Istiqlal Jakarta

Wisata Religi

Masjid Kubah Emas

Pulau Kemaro

Prasasti Legenda Pulau Kemaro

Masjid Cheng Ho Palembang

Arsitektur Cina yang melekat pada Masjid Cheng Ho Palembang seakan-akan saya berada di Negeri Cina

Asrama Haji Lampung

Sewaktu Study Tour ke Lampung menginap di Asrama Haji Lampung

Pulau Kemaro

Gerbang masuk menuju Pulau Kemaro Palembang

Pantai Mutun Lampung

Indahnya pemandangan Pantai Mutun Lampung

Kenangan Teman Kuliah

Indahnya kebersamaan bersama teman kuliah, masa-masa yang tak terlupakan

Jalan-Jalan

Dermaga Pelabuhan Tanjung Api-api

Jalan-Jalan

Foto Ramai-ramai di Dermaga Pelabuhan Tanjung Api-api

Jalan-Jalan

Dermaga Penyeberangan menuju Pulau Pahawang

Holiday

Serunya bermain banana boat di Pantai Clara Bandar Lampung

Jalan-Jalan

Serunya bermain di Pantai Clara Bandar Lampung

My Birthday

Serunya Ulang Tahun ku bersama teman-teman ku....tiup lilin nya.............

My Birthday

Suapan dari Bunda yang tersayang, Bunda Rita.............

My Birthday

Potong Tumpengnya.............

Belajar Ngemse

Belajar memberanikan diri tuk tampil di depan umum.............

Tim Merah Putih

Suasana Kemeriahan HUT Kemerdekaan RI Tahun 2019.............

Juara

Yeay...dapat hadih dan piala nih.............

Tim Medis selalu siaga

Kenangan sewaktu dirawat saat Diklatsar.............

Coach Abah Qum

Teman Seperjuangan dalam satu kelompok.............

Coach Abah Qum

Teman Seperjuangan dalam satu kelompok.............

Bonbon n Embul

Senangnya main sama dua bocah yang super gemesin ini.............

My Bonbon

Bocah yang selalu Aktif.............

Thursday, 29 October 2015

Donat Kentang Tabur Gula dengan Resep Sederhana

Donat Kentang tabur gula 
Donat...siapa yang tidak mengenal makanan satu ini, dengan bentuknya yang khas yaitu bulat bolong tengahnya, heemmzzz...khas banget kan bentuknya, apalagi anak-anak nih paling inget kalau sebut donat. 

Saya pun, walau bukan anak-anak lagi tetap saja suka sama makanan satu ini, donat. Yah...betul sekali, donat memang disukai semua kalangan, dari anak-anak sampai yang dewasa.  

Malam ini, kok tiba-tiba pengen buat donat ya, padahal badan nih capek tapi pengen banget nih buat donat. Tapi, daripada tidur cepet, coba deh lihat-lihat dulu ada gak bahan untuk buat donat. Yang pertama lihat dulu punya persediaan kentang gak ya? Karena pengen buat donat kentang nih.

Eh rupanya pucuk dicinta ulam pun tiba....lahh kok malah bawak peribahasa ya...hahaa..... Nah, saya temukan kentang (memangnya hilang kemana si kentang kok "ditemukan" hahaa). Langsung saja deh kupas kentang lalu saya rebus, setelah direbus langsung saja saya haluskan. 
Kentang ini sudah direbus
Selanjutnya, siapkan bahan-bahan yang lain, mereka adalah tepung terigu, telur, ragi instan, mentega, baking powder. Lalu saya jadikan dalam satu wadah kemudian saya tambahkan garam dan gula pasir. Dan tak lupa saya siapkan 1 gelas air.
Semua bahan saya jadikan satu termasuk kentang yang sudah dihaluskan
Setelah semua bahan saya campurkan jadi satu, langsung saja saya "uleni" (mengerti ya bahasa uleni, itu loh mengaduk-ngaduk adonan dengan tangan biar semua menyatu rata😀). Setelah  adonan kalis (tidak lengket) langsung saja saya cetak menjadi bentuk donat.
Ini loh donat yang baru saya cetak
Hemmmzzz....sambil membuat donat, sambil sibuk cuci tangan lalu ambil HP buat jeprat jepret, hahaa.....

Setelah selesai mencetak donat, tinggalkan dulu nih sekitar setengah jam biar donatnya ngembang. Emmzz bisa guling-gulingan dulu nih, eits...gak ah nanti malah ketiduran siapa yang goreng donatnya, hehee... 

Sambil guling nih ya sambil utak atik hp...hehee... Nah, sepertinya sudah setengah jam, liat dulu ah donat nya. Wah ternyata sudah mengembang, tapi belum mengembang sempurna sih, aduh tapi udh jam 9 ini dan mata pun udah ngantuk, langsung saja goreng deh....
Setelah didiamkan setengah jam, donat sudah mulai mengembang dan siap goreng.
Dan...akhirnya selesai juga menggoreng donatnya, tapi malas nih mau buat topping nya, yaudah deh tabur gula halus saja, selesai deh... 
Karena malas membuat topping alhasil ditabur gula saja deh.
Wah...sederhana saja ya donat buatan saya, tapi lumayanlah kalau untuk sekedar cemilan, kalau rasa dan empuknya ya lumayan juga, tapi masih sangat jauh bila dibandingkan dengan Dunkin Donut's atau Donat J'CO, hehee...

Well, walau sederhana, saya akan tulis saja resep donat sederhana saya ini, mungkin saja bermanfaat bagi para penggemar donat dan ingin belajar membuat sendiri, tapi kalau untuk para ahli....waduh ini jauh dibawah rata-rata ya...karena ini adalah donat buatan seorang amatir...hehee....

Bahan :
  • 500 gr tepung terigu protein sedang
  • 250 gr kentang
  • 4 butir telur
  • 100 gr mentega
  • 11 gr ragi instan
  • 1 sdt garam halus
  • 4 sdm gula pasir
  • 1 sdt baking powder
  • 1 sdt cake emulsifier (ovalet, sp, atau sejenisnya)
  • 100 ml air dingin
  • Minyak goreng secukupnya (untuk menggoreng)
  • 250 gr gula halus (untuk tabur donat)
Cara membuat :
  • Pertama, kupas kentang lalu kukus/direbus, selanjutnya haluskan.
  • Campur semua bahan menjadi satu termasuk kentang yang sudah dihaluskan.
  • Uleni adonan hingga kalis dan tidak lengket ditangan.
  • Cetak adonat menjadi bentuk donat, lalu diamkan lebih kurang 30-40 menit.
  • Setelah donat mengembang, goreng hingga warna kecoklatan lalu angkat.
  • Donat siap dihidangkan dengan bermacam topping misalnya coklat atau meses, namun disini saya hanya mencampur gula halus saja.
  • Selesai.
Nah, itu dia kegiatan saya malam ini, lumayanlah memanfaatkan waktu luang dengan belajar membuat makanan sendiri, selain lebih sehat, makanan buatan sendiri pun dijamin higienis karena kita sendiri yang mengolahnya.

Sekian..dan terima kasih sudah berkenan membaca...

Monday, 26 October 2015

Kartu Indonesia Sehat (KIS) memakai data lama???

Kartu Indonesia Sehat (KIS) siap dibagikan kepada warga yang berhak mendapatkannya
Kartu Indonesia Sehat (KIS) merupakan program Pemerintah Pusat yang menjamin dan memastikan masyarakat kurang mampu untuk mendapat manfaat pelayanan kesehatan seperti yang dilaksanakan melalui Jaminan Kesehatan (JKN) yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan.

Sebagai seorang Abdi Negara, saya tentunya sangat mendukung semua program Pemerintah dan menjalankan sebaik-baiknya tugas yang diberikan, salah satunya adalah menyampaikan KIS yang telah dibuat oleh Pemerintah Pusat untuk diberikan kepada warga yang berhak menerimanya.

Kota Palembang, khususnya di Kecamatan Sukarami Kelurahan Sukodadi, untuk Tahap Pertama dan Tahap Kedua, kami menerima lebih kurang 4.000 KIS yang harus segera disampaikan kepada para pemilik KIS tersebut.

KIS yang kami terima sudah dalam bentuk paket, dan setiap satu paket berisi 500 KIS yang masih bercampur alamat sehigga harus kami pilah-pilah per wilayah dan per RT, setelah itu barulah kami menyampaikan KIS yang sudah kami kelompokkan kepada para Ketua RT untuk selanjutnya diberikan kepada warga masing-masing.

Namun, fakta yang kami temukan di lapangan adalah, DATA PARA PEMEGANG KIS BANYAK YANG TIDAK SESUAI. Tidak sesuai yang bagaimana? Misalnya, warga yang sudah pindah alamat masih mendapat KIS yang terdaftar pada alamat yang sebelumnya. Kemudian juga warga yang sudah meninggal dunia, tetap keluar KIS nya. Dan itu semua (warga yang pindah alamat maupun meninggal dunia) bukan yang terjadi dalam waktu dekat, namun yang sudah terjadi sekitar 3 atau 4 tahun yang lalu. Selain itu, banyak terjadi kesalahan data pada KIS tersebut, misalnya kesalahan Nama dan Tanggal lahir maupun penulisan alamat. 

Lalu, dengan melihat fakta tersebut, sebagian orang (bahkan banyak orang) menanyakan...darimana data yang dibuat untuk pembuatan dan pencetakan KIS tersebut??? Siapa yang melakukan pendataan?? Apakah mungkin diambil data BPS dari hasil Sensus Penduduk tahun 2010??? Atau mungkin...mungkin...mungkin....???? Masih banyak pertanyaan lainnya...

Apakah ini terjadi hanya di wilayah saya saja, bagaimana dengan wilayah yang lainnya??

Terkadang, saya juga bingung menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut. Disatu sisi, memang benar adanya bahwa terjadi banyak kekeliruan pada penerbitan KIS tersebut, namun disisi yang lainpun, saya tidak bisa mengatakan bahwa Pemerintah "asal-asalan" pada proses pembuatan KIS tersebut. Karena program KIS tersebut adalah se-Indonesia, dan tentunya dengan Jutaan Penduduknya, maka dapat dimaklumi jika terdapat banyak kesalahan dan kekeliruan dalam proses pencetakan. Namun, untuk warga yang sudah meninggal dunia maupun pindah alamat masih tercetak, saya hanya menyimpulkan bahwa pembuatan KIS masih mengacu pada data lama.

Lembar Panduan Layanan bagi Peserta
Setiap KIS yang disampaikan kepada warga masyarakat, disertakan pula Panduan Layanan bagi Peserta yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan.  Di dalam lembar Panduan Layanan tersebut diantaranya terdapat Hak dan Kewajiban Peserta, dalam hal ini pemegang KIS itu sendiri.

Hak dan Kewajiban Peserta
Adapun Hak Peserta diantaranya adalah mendapatkan pelayanan kesehatan di fasilitas kesehatan yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan, dan jika ada keluhan/pengaduan, kritik dan saran, maka bisa disampaikan secara lisan atau tertulis ke kantor BPJS Kesehatan.

Dan Kewajiban Peserta diantaranya adalah melaporkan perubahan data peserta, menjaga Kartu Peserta agar tidak rusak atau hilang, dan juga setiap peserta harus mentaati semua ketentuan dan tata cara pelayanan kesehatan. 

Jadi bagi para peserta nih ya, karena program ini adalah gratis dan tanpa biaya, maka para peserta harus memahami dan mentaati semua ketentuannya, dan harus sabar serta rela "menunggu antrian" jika akan berobat, kita harus melihat sisi "kewajiban" dan jangan hanya menuntut "hak".

Fasilitas Kesehatan bagi Peserta
Sama seperti Kartu BPJS, pada KIS juga telah ditentukan Fasilitas Kesehatan (Faskes) Tingkat Pertama, yaitu Puskesmas, Praktek Dokter Umum/Klinik Umum, dan untuk Faskes Tingkat Lanjutan adalah RSUD, RSU TNI, RSU POLRI, RS Swasta. Jika di Palembang meliputi RSMH, RS. AK. GANI, RS BARI, RS BHAYANGKARA, RS Siti Khodijah, dan RS lainnya yang hampir semuanya mendukung program BPJS Kesehatan.

Selain itu juga, ada pelayanan kesehatan yang tidak dijamin, misal salah satunya yaitu pengobatan yang dilakukan di luar negeri, ataupun pelayanan untuk mengatasi infertilitas, dan yang lainnya yang tercantum dalam peraturan BPJS Kesehatan.
Pelayanan Kesehatan yang tidak dijamin
Nah, itulah beberapa hal mengenai Kartu Indonesia Sehat yang saya ketahui, mohon maaf jika terdapat kesalahan informasi dan tidak ada maksud untuk menyinggung pihak manapun. Semoga Program Pemerintah ini dapat berjalan dengan semestinya.

Saturday, 24 October 2015

Belajar Memasak Pindang Tulang

Pindang Tulang ala chef Uni....
Jika bicara masakan, jujur saja nih ya, saya paling jarang yang namanya memasak. Sebagai anak gadis nih (cieee....anak gadis...) iyalah anak gadis, kan saya belum nikah jadi kan namanya gadis...heheee.... Sebagai anak gadis, saya sangat jarang memasak, tapi kalau dibilang gak pernah, emmzz...sesekali saya memasak, tapi yang ringan-ringan saja seperti masak air (hahaaa...cuma masak air anak kecil juga bisa mah...), masak nasi udah bisa, kalau masak sayur sih paling bisanya tumis-tumis, sop, yaa pokoknya yang ringan, kalau mau kelas berat seperti rendang, opor, malbi, saya masih butuh bimbingan emak saya...hehee....

Sebagai wanita kuli nih ya, pergi pagi pulang sore, mana sempat mau memasak, kalau makan siang beli nasi padang, kolesterol dong... Sabtu dan Minggu sih memang libur ya, tapi kalau Sabtu itu dihabiskan untuk beres-beres, sedangkan hari Minggu itu biasanya sudah ada jadwal gotong royong dan kondangan, haduuhh benar-benar kuli ya kalau harus gotong royong, hahaaa...

Hari Sabtu ini, cucian saya lumayan banyak. Karena lagi males nyuci manual, pakai mesin cuci aja deh...jadi bisa nyambil beres-beres yang lain. Eemm...tapi walau libur tentunya pagi-pagi saya sudah mandi dong, eh...itu karena saya harus antar keponakan si Hafiz sekolah, kalau si Hafiz gak sekolah sih biasanya saya mandi jam 12, hahaaa....anak gadis kok malas gini ya....

Lagi asik mencuci sambil beres-beres, si Ibu memanggil...

"Ibu mau pergi dulu merewang ke tempat 'Lek Marwan' (tetangga sebelah rumah saya, panggilanya Lek karena orang Jawa...maksudnya Paklek...hehee....)
"Loh ada acara apa disana?" Sahutku kepada Ibu.
"Lek Marwan mau aqiqah cucunya, itu di dapur ada Tulang, Bapak minta dimasak pindang" Ibuku berseru dari ruang tengah, sedangkan saya sedang berada di belakang.
Tulang....iya tulang sapi lah pasti maksudnya, memang tulang apaan??? Hahaaaa....
"Iyaaaa...." teriakku sambil mengeringkan cucian yang sudah selesai bilas di mesin cuci.
Lalu Ibu pergi.

Emmzzz...pindang tulang. Walau jarang memasak, tapi sedikit-sedikit bisa juga loh masak pindang, walau rasanya gak karuan, hahaaa....

Mulai deh meninggalkan cucian, karena pas ngeliat jam, udah jam setengah 11 nih. Langsung saja mencari 'tulang' didapur, ternyata sudah direbus, lalu saya tambahkan lagi airnya satu gayung dan saya naikkan lagi diatas api kompor, kemudian saya membuka kulkas mencari rempah-rempah bumbunya, heheee...

Kali ini masak sambil pegang Hp buat foto...emmzzz....
Setelah buka kulkas, ternyata bumbunya gak lengkap ya, gak ada cung, adanya tomat, gak ada daun kemangi, yowes lah karena malas pergi ke warung sayur, seadanya saja deh.

Langsung saja mengumpulkan rekan-rekan bumbu, bawang merah bawang putih, jahe, kunyit, serai, cabai merah dan cabai rawit, daun salam, dan tomat. Saya nih sebenarnya asal-asalan saja ambil bumbu ini, karena kata Ibu saya, kalau masak pindang itu harus bumbu dapur lengkap, yowes namanya bumbu dapur ya itu tadi, saya kumpulkan, kupas, cuci dan haluskan....tak lupa pula garam dapur ya....
Setelah menghaluskan bumbu, cuci tangan lalu ambil Hp...Jepret....
Sambil menghaluskan bumbu, ternyata rebusan tulang sudah mendidih, sengaja tidak terlalu halus saya menumbuknya dan serai hanya saya memarkan saja. Setelah itu langsung saya masukkan kedalam panci rebusan tulang. 

Bak seorang koki handal nih ya...langsung saja saya tambahkan gula pasir, kecap manis, sedikit air asam jawa, dan saya masukan potongan daun bawang. Lalu saya biarkan mendidih sampai bumbu meresap.
Melihat masakan mendidih di dalam panci, tak lupa ambil Hp lalu Jepret....untungnya Hpnya gak ikut nyemplung...hahaa....
Lebih kurang setengah jam ya, dan sepertinya pindang sudah matang, tapi memang rasanya kurang sedap karena kurang daun kemangi, dan gak tau juga ya kalau pindang tulang dikasih nanas atau tidak, ah...entahlah yang penting tulangnya sudah dimasak, heheee....

Saya kecilkan apinya biarkan agak lama biar bumbunya semakin meresap, kemudian saya melihat di kulkas ada embam (kalau kata saya sih namanya embam, itu sejenis mangga yang bisa dibuat sambal, kalau di daerah lain namanya apa ya???). Langsung saja saya kupas dan iris kecil. Kemudian saya ambil cabai merah, tomat dan terasi lalu saya buat sambal. Saya tambah garam dan gula pasir, saya aduk rata dengan embam yang sudah diiris tadi. Jadi deh sambalnya....
Satu mangkuk pindang tulang buat si Bapak
"Sudah matang belum" tanya si Bapak..
Eh...rupanya sudah jam setengah 12, mungkin Bapak sudah lapar ya.
"Iya sudah...tinggal angkat saja, tunggu sebentar" sahutku.
Sambil membereskan sambal, kemudian menyiapkan lalapan yang sudah saya rebus juga (sawi pahit, kol, kacang panjang) dan mentimun, saya ambilkan satu mangkun pindangnya.
Sambal embamnya sangat menggoda...

Langsung hidangkan, dan sepertinya Bapak sudah menunggu...hehee...
Setelah disajikan, langsung saja Bapak menyantapnya.
Nb...Bapak itu orang paling susah makan loh...dan senangnya.....Bapak nambah lagi makan pindang buatan saya....hahaaa....
Lumayan lah berarti masakan saya lumayan berasa ya, heheee....

Nah...untuk masakan pindang tulang saya ini, saya akan tulis resepnya, maksudnya sih bukan mau ngajarin, karena saya juga masih belajar, heheee..... Apalagi masakan saya kali ini memakai bumbu seadanya, masih belum lengkap. Untuk yang senior masak...ajarin saya dong...

Bahan :
  • 1/2 kg tulang iga sapi 
  • 1 1/2 liter air


Bumbu : 
  • 5 siung bawang merah
  • 3 siung bawang putih
  • 10 biji cabai merah
  • 10 biji cabai rawit
  • 1 ruas jahe
  • 1 ruas kunyit
  • 1 buah tomat (harusnya cung diro...)
  • 2 btg serai
  • 3 lbr daun salam
  • 2 batang daun bawang, potong 1 cm
  • 2 sdm garam kasar (secukupnya)
  • 1 sdm kecap manis (secukupnya)
  • 1 sdm gula pasir (secukupnya)
  • 1 sdm air asam jawa (secukupnya)
  • penyedap rasa (bila diperlukan)
  • Daun kemangi (saya tidak pakai karena tidak ada di dapur saya, heheee...)


Cara memasak :
  • Tulang direbus sampai setengah lunak.
  • Haluskan bumbu, kecuali cabai rawit dan daun salam, batang serai dimemarkan.
  • Masukkan bumbu yang sudah dihaluskan kedalam rebusan tulang.
  • Tambahkan kecap manis, gula pasir, air asam jawa, jika suka penyedap rasa tambahkan sedikit, jika tidak suka tidak mengapa, karena bumbunya sudah cukup gurih kok.
  • Masukkan potongan daun bawang. Biarkan sampai bumbu meresap.
  • Tambahkan daun kemangi.
  • Silahkan dicicipi, jika kurang pas, bisa ditambahkan lagi kurang apa bumbunya.
  • Kalau sudah pas rasanya, angkat dan hidangkan.
Nah itu yang saya masak hari ini. Masih ingin belajar dengan yang lebih jago masak nih...namanya juga belajar...heheee....

Nah..kalau sambal embam nya itu sangat mudah....
Resep saya tadi : 
  • 1 buah embam, kupas lalu iris kecil-kecil.
  • 15 buah cabai merah
  • 1 buah tomat
  • 1 buah terasi (kalau beli di warung yang saset kecil harga 500 rupiah)
  • 1/2 sdt garam (secukupnya)
  • 1 sdm gula pasir (sesuai selera)
  • Goreng cabai, tomat dan terasi, lalu haluskan
  • Lalu aduk rata bersama irisan embam, jangan lupa garam dan gula pasir.
  • Selesai deh....
Nah...cukup dulu ya cerita masakan saya hari ini...seterusnya saya akan tetap belajar biar pinter masak, heheee....


Tuesday, 20 October 2015

Arsitektur Cina pada Masjid Cheng Ho Palembang sangat memukau

Pintu Gerbang Masjid Cheng Ho Palembang
Masjid Cheng Ho Palembang, emmzz siapa ya kira-kira orang Palembang yang belum kenal dengan nama Masjid ini, saya rasa Masjid Cheng Ho ini sudah cukup familiar di kalangan masyarakat Palembang, karena Masjid ini cukup terkenal lo....

Setelah masuk pintu gerbang, jadi serasa berada di Negeri Cina...
Masjid Cheng Ho...apa yang terpikir dalam benak kalian ya??? Yaa...mungkin sama seperti saya, Masjid Cina ya...hehee....Itu kan pemikiran awal, langsung saja nih saya cari info mengenai Masjid tersebut. 

Nah ternyata nih ya...nama lengkap Masjid ini adalah Masjid Al Islam Muhammad Cheng Ho Sriwijaya Palembang. Yang memprakarsai pembangunan Masjid ini adalah para sesepuh, penasehat dan para pengurus Persatuan Islam Tionghoa Indonesia di Sumatera Selatan dan masyarakat Tionghoa di Palembang.

Lalu...kenapa ya dinamai Cheng Ho?? Ternyata eh ternyata...dalam sebuah kisah, Cheng Ho adalah seorang Laksamana yang merupakan orang kepercayaan Kaisar ketiga pada jaman Dinasti Ming yaitu Kaisar Youngle  yang berkuasa pada 1403 sampai 1424.

Dalam catatan sejarah, Laksamana Cheng Ho pernah 4 kali datang ke Palembang. Tujuan Laksamana Cheng Ho datang ke Indonesia khususnya di Palembang adalah untuk menyebarkan agama islam dan membantu Kerajaan Sriwijaya menumpas perampok yang berasal dari Tionghoa Hokkian.

Kepala perampok yang bernama Chen Tsu Ji berhasil ditangkap dan dibawa ke Peking. Sejak masa itu, Laksamana Cheng Ho membangun kelompok masyarakat Islam Tionghoa di Palembang.

Halaman samping yang juga dijadikan tempat parkir
Wah sudah tau sejarahnya nih...harusnya langsung cek lokasi ya...hehee...

Jujur saya ya,  saya juga sebagai warga Palembang sudah sering mendengar Masjid Cheng Ho ini, namun karena waktu dan kesibukan sehingga membuat saya belum sempat berkunjung kesana. Nah momen yang tidak saya lewatkan nih, sebenarnya gak ada tujuan untuk ke Masjid ini, Minggu itu saya kebetulan kondangan, bersama teman saya Nita, kondangan di dua tempat yaitu di daerah Seberang Ulu dan Jakabaring. 

Pertama kami menghadiri undangan di daerah Seberang Ulu, setelah selesai acara kami langsung meluncur ke undangan berikutnya yaitu ke Jakabaring. Setelah selesai menemui tuan rumah yang punya hajatan dan penganten, kami pamit pulang.

Wahh....melihat arloji di tanganku menunjukkan pukul 13.30 WIB nih, dan kami belum sholat dzuhur, kalau mau sholat dirumah waktunya gak keburu lagi nih karena lumayan jauh bisa 1 jam perjalanan, alhasil kami memutuskan untuk mencari Masjid terdekat di daerah Jakabaring.

Karena bukan wilayah kekuasaan nih (bukan daerah sendiri maksudnya...hehee...) maka sulit kami menemukan Masjid disana, dan akhirnya saya teringat bahwa Masjid Cheng Ho berlokasi di Jakabaring. Langsung saja kami mencari lokasi tersebut dan syukurlah...tidak terlalu sulit mencari lokasinya karena terdapat petunjuk pada marka jalan menuju Masjid Cheng Ho. Setelah ketemu...ya langsung saja kami masuk dan menunaikan sholat.
Halaman depan di muara pintu gerbang masih sangat luas
Wahh...wah...memakai pakaian kebayak masuk masjid...coba kalau berdua sama doi bisa sekalian foto PreWed ya....hahaaa....

Di bawah salah satu menara Masjid yang seperti klenteng
Setelah selesai sholat kami pun beristirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan pulang, maklum saja perjalanan kami jauh jadi harus isi energi dulu ya, hehee. Saya pun menyempatkan diri untuk berkeliling di sekitar Masjid. 

Wah...memang ternyata indah sekali bangunan Masjid Cheng Ho ini. Bangunannya memiliki gaya arsitektur Cina, Arab dan Palembang.  Bangunannya juga dominan dengan warnah merah dan hijau. Yang tidak kalah menarik juga nih, terdapat dua buah menara yang didesain seperti Klenteng di Negeri Cina.

Ternyata terdapat Rumah Tahfiz dan TPA di Masjid Cheng Ho
Wajar saja Masjid ini selalu ramai pengunjung, baik orang yang ingin beribadah atau sekedar berwisata. Masjid ini juga dilengkapi dengan Perpustakaan dan juga Taman Pendidikan Alquran bagi anak-anak.
Ketemu orang yang gak kenal tapi pastinya baik, jadi kenalan dan foto di taman
Bagi para wisatawan, Masjid Cheng Ho mungkin bisa dijadikan pilihan sebagai tujuan wisata. Selain kita dapat beribadah dan mendapat pahala, namun juga kita bisa menikmati seni dan keindahan Masjid nya, heheee....

Siiippp lah....

Kalau begitu, sampai jumpa dilain waktu lagi ya...tentunya dengan cerita yang berbeda....

Monday, 19 October 2015

Study Tour ke Lampung

Pantai Mutun bersama teman kulia saya

Lagi-lagi nih...perbincangan jalan-jalan, tapi untuk kali ini saya akan kembali ke masa silam...ciiee illee kayak lagu aja yaa peristiwa silam, hehee....

Iya nih saya akan kembali ke peristiwa di tahun 2011, itu masa-masa susah saya sebagai anak kuliahan, perjuangan gitu, hehee...

Jadi langsung saja nih, ada program study tour dari kampus kuliah saya, yaitu ke Lampung, deket ya ke Lampung...hehee...

Tapi sayang nya nih documentasi saya hilang, karena saya mendapat musibah waktu itu, saya kejambretan dan tas beserta isinya yaitu laptop, dompet, flashdisk, dan bahan saya mengajukan Tugas Akhir Kuliah semuanya dibawa penjambret...duuhhh sedih nya minta ampun...hiks..hiks... saya kehilangan banyak sekali documen penting karena saat itu saya baru saja ACC Judul Tugas Akhir, dan berkas pengajuan judul beserta syarat-syarat dan sertifikat seminar semuanya asli, lenyap semua...huaaaaa......dan juga nih documentasi jalan-jalan ke Lampung tersimpan di Laptop dan belum ada duplikasi nya, haduuuhh...

Jadi ini adalah foto-foto kenangan yang tersisa, itupun karena di-tag temen-temen facebook saya Murni Youngest. So...lupakan si jambret deh...itu membuat saya terluka, semoga si jambretnya sekarang sudah Insyaf...hahaa....

Ini waktu di Asrama Haji Lampung, ingin pose yang ada kata "Lampung" hehee....

Nah langsung saja tiba di Lampung ya....daripada menceritakan perjalanannya nanti puanjang banget deh karena kami menggunakan bus pariwisata. Di Lampung kami menginap di Asrama Haji Lampung. Yaa...lumayan lah walau bukan Hotel, tapi Asrama Haji Lampung tidak kalah dengan Hotel kok, karena pelayanan kamar, tempat mandi, sampai ke sajian makanan menurut saya cukup memuaskan, eemmzz mungkin mereka sudah biasa mengurus para jemaah haji ya....hehee.....
Ini lagi ngapain ya.....pokoknya pantai Mutun ini...

Dalam agenda study tour kami, yang pertama kami mengunjungi IBI Darmajaya Lampung. Informatics & Business Institute of Darmajaya berlokasi di daerah Labuhan Ratu, dan tidak begitu jauh dari Universitas Lampung (kalau tidak salah sih begitu, karena sebelum ke lokasi tersebut kami melewati UniLa, maaf deh kalau perkiraan saya salah karena saya lupa-lupa ingat, haduuh kayak lagu lagi nih, hehee...). Disana kami disambut baik oleh pihak kampus, dan sebenarnya...banyak sekali foto-foto disana...tapi fotonya gak ada lagi...hiks..hikss.....

Setelah dari IBI Darmajaya, kami berkunjung ke kantor Lampung Post (Surat Kabar di Lampung), heemmmzz, fotonya juga kagak ada...huhuuu.....
Foto bersama teman-teman...background bus yang kami tumpangi
Setelah itu kemana lagi ya....emmzz lupa-lupa gitu sih, yaudah deh langsung aja jalan-jalan...ke Lembah Hijau dan Pantai Mutun.

Kalau ke Lembah Hijau, disana banyak wahana permainan, dan karena sudah sore sampai disana, kami banyak yang sudah capek sehingga yang bermain hanya beberapa saja. Setelah sore dan hampir malam kami langsung menuju penginapan. 

Hanya satu foto ini yang saya temukan dari wisata Lembah Hijau...

Di hari terakhir, kami check out dari penginapan dan langsung menuju ke Pantai Mutun. Untuk menuju Pantai Mutun, kami melewati jalan berbukit dan berkelok, haduh perjalanan yang ekstrem ya...hehee.... . 

Foto-foto di Lembah Hijau dan Pantai Mutun juga gak ada, hanya ada beberapa foto yang tersimpan di HP. Emmzz...tapi lumayan happylah jalan-jalannya, lupakan masalah gak ada fotonya, nanti kapan-kapan kita bisa mengulang jalan-jalan kesana, hehee....
Halaman Depan Asrama Haji Lampung
Oiya...sebenarnya saya punya keluarga dan saudara di Lampung, tapi waktu itu saya tidak diijinkan untuk menemui keluarga karena pihak Kampus tidak akan bertanggung jawab jika terjadi sesuatu, jadi ya mau gak mau hanya say hello aja via telepon dan mengabarkan kalau saya sedang berada di Lampung.
Sok imut...chibi-chibi...hahaa......
Nah...segitu aja cerita singkat perjalanan study tour kami ya... Next time...pengen berkunjung ke keluarga di Lampung sekaligus jalan-jalan, hehee...

Bahagiakan diri dengan keliling dunia....kalau belum bisa keliling dunia, setidaknya keliling Indonesia dulu deh, hehee.....

Thursday, 15 October 2015

Wisata Sungai Musi dan Pulau Kemaro

Prasasti Legenda Pulau Kemaro

Palembang, Kota Metropolitan di Sumatera Selatan. Jika seseorang terdengar kata "Palembang" pasti wisata yang terfikir adalah "Jembatan AMPERA". Yah benar sekali, Jembatan Ampera memang merupakan Icon di Kota Empek-empek ini. Namun wisata yang tidak kalah menarik juga adalah Pulau Kemaro. Hemmzzz...siapa ya yang sudah pernah kesana??? Kalau saya sudah nih kesana, naahh bagi yang belum pernah kesana saya akan ceritakan sedikit saja (loh kenapa sedikit nih....?? Iya karena saya pun belum banyak mengetahuinya karena saya baru satu kali kesana, hehee....). Dan bagi yang sudah pernah kesana, kita bisa berbagi cerita dong....hehee....

Pagoda yang menjadi icon Pulau Kemaro

Awal Desember 2014 lalu, saya sempat berkunjung ke Pulau Kemaro. Itung-itung ya wisata Sungai Musi gitu.... Langsung saja kami berangkat... Emmzz berangkatnya nih dari BKB (Benteng Kuto Besak) yang pastinya di bawah Jembatan Ampera dong...

Setelah siap, dengan menggunakan KM. Segentar Alam langsung saja kami menuju Pulau Kemaro, dalam perjalanan menuju kesana, tentunya terlebih dahulu kami menikmati pemandangan Sungai Musi dan melihat langsung Jembatan Ampera dari bawahnya. Wah saya yang selama ini hanya melewati Jembatan Ampera jadi tau betapa kokohnya tiang penyangga Jembatan itu setelah melihat langsung dari bawahnya.
 Kapal Segentar Alam
Menurut sejarah yang saya baca nih ya, Jembatan Ampera ini merupakan hadiah dari Presiden Soekarno, dibangun pada tahun 1962 dengan memakai dana dari hasil rampasan perang Jepang (wah...kok bisa ya?? Berarti banyak dong uang rampasannya bisa buat bangun jembatan...hehee...) dan Pemakaian Jembatan ini diresmikan pada tahun 1965, tepatnya 30 September 1965 (lohh...itukan yang terkenal dengan G.30 S.PKI...). Nah yang meresmikan adalah Letjend. Ahmad Yani. Awalnya Jembatan tersebut akan dinamakan Jembatan Bung Karno, namun Bung Karno tidak setuju, akhirnya Jembatan tersebut dinamai Jembatan Ampera yang artinya Amanat Penderitaan Rakyat. 

Nih hasil Jepretan saya saat berada di tengah sungai Musi bersama KM. Segentar Alam

Nah sudah tau kan sejarahnya, dengan adanya Jembatan Ampera ini tentunya memiliki banyak manfaat bagi masyarakat karena Jembatan ini merupakan penghubung antara wilayah Ulu dan Ilir. Coba kalau tidak ada Jembatan ini, wah bakalan repot ya kalau menyeberang harus menggunakan perahu, terus kendaraan bermotornya gimana? Harus ada Kapal Feri dong.... jadi mengalahkan pelabuhan Bakaheuni nanti...hihiii....

Jadi nih kita sebagai masyarakat di jaman ini harus bangga dan berterima kasih terhadap perjuangan para Pahlawan kita, dan kita harus bisa menjaga nilai-nilai budaya yang ada, jangan malah menghancurkannya, ciee ilee...bisa apa gue...hehee...
Menyempatkan foto dengan background Jembatan Ampera

Nah kalau tadi adalah Jembatan Ampera, mari sekarang kita sampai di Pulau Kemaro. Pulau Kemaro sendiri terletak ditengah-tengah Sungai Musi lo. Jadi Pulau Kemaro adalah daratan di tengah Sungai. 

Legenda Pulau Kemaro sendiri telah tertulis pada sebuah Prasasti. Diceritakan bahwa pada jaman dahulu, datang seorang Pangeran dari Negeri Cina bernama Tan Bun An, ia datang ke Palembang untuk berdagang. Ketika ia meminta ijin ke Raja Palembang, ia bertemu dengan putri raja yang bernama Siti Fatimah. Ia langsung jatuh hati, begitu juga dengan Siti Fatimah. Merekapun menjalin kasih dan berniat untuk menikah. Tan Bun An mengajak Siti Fatimah ke Cina untuk melihat orang tua Tan Bun An. 

Setelah beberapa waktu, mereka kembali ke Palembang. Bersama mereka disertakan pula tujuh guci yang berisi emas. Sesampai di muara Sungai Musi, Tan Bun An ingin melihat hadiah emas di dalam guci-guci tersebut. Tetapi alangkah kagetnya karena yang dilihat adalah sayuran sawi-sawi asin. Tanpa berpikir panjang ia membuang guci-guci tersebut ke sungai, tetapi guci terakhir terjatuh diatas dek dan pecah. Ternyata didalamnya terdapat emas. Tanpa berpikir panjang lagi ia terjun kedalam sungai untuk mengambil emas-emas dalam guci yang sudah dibuangnya. Seorang pengawalnya juga ikut terjun untuk membantu, tapi kedua orang itu tidak kunjung muncul. Siti Fatimah akhirnya menyusul dan terjun ke Sungai Musi. Untuk mengenang mereka bertiga dibangunlah sebuah kuil dan makam untuk ketiga orang tersebut. Selesai....

Haduh panjang juga ya ceritanya...jadi nge-dongeng saya...hihiii.....

Gerbang masuk Pulau Kemaro
Nah...dengan adanya legenda yang sudah saya ceritakan tadi nih ya, ada lagi mitos "Pohon Cinta". Saya juga penasaran dengan Pohon Cinta itu, konon katanya jika seseorang menulis nama dan kekasihnya pada pohon tersebut, cinta mereka akan abadi seperti cinta Pangeran Tan Bun An dan Siti Fatimah. Aahh tapi saya tidak percaya sih, mana ada dengan hanya menulis nama di pohon akan meenjadi cinta abadi, bukankah cinta abadi itu kita yang menciptakan, bukan sebuah pohon?? Hehee...

Pohon yang dinamai Pohon Cinta itu memang bentuknya unik tidak seperti pohon biasanya, bagaimana ya menggambarkannya?? Terdapat cabang atau akar yang langsung menancap ke tanah (gitu deh kira-kira...hehee...). Nah benar juga sekarang pohon ini dipagari dan pengunjung tidak boleh lagi masuk bahkan menyentuh pohonnya. Karena banyak sekali wisatawan yang menulis dan mencoret-coret pohon tersebut, bukan ingin cinta abadi itu namanya tapi merusak habitat tanaman, bukankah begitu?? Hehee....
Background Pohon Cinta yang sudah dipagari.

Nah segitu aja cerita dari saya, next....cerita jalan-jalan lagi ya....

Mari cintai dan lestarikan aset Pariwisata di Palembang dan Indonesia....

Monday, 12 October 2015

Cinta Sejati Habibie & Ainun

Film...Film...Film.....
Haduuuhh kalau sudah bicara Film.... siapa ya kira-kira yang tidak suka nonton film?? eemmzz kalau saya sih jangan ditanya lagi, kalau bisa setiap film bioskop terbaru saya "kudu" dan wajib nonton, heheeee... Gak maksa sih, tapi kalau memang ada waktu luang dan tentunya kondisi "dompet" yang memungkinkan, saya bisa dipastikan nonton film bioskop terbaru.

Salah satu film yang membuat saya tertarik untuk tidak melewatkan "nonton" yaitu Film "Habibie & Ainun". Film ini tayang perdana di seluruh bioskop Indonesia pada Kamis, 20 Desember 2012. Ahaaa langsung saja ketika film sudah masuk ke jadwal Bioskop, jangan dilewatkan dong...langsung saja deh, apalagi yang ngajak nonton si doi.. heheee...

Ketika waktu sudah ditentukan, kami berencana nonton di hari Minggu. Tiba waktunya si doi mengajak saya jalan sekaligus nonton. Setelah sampai di salah satu Mall tempat Favorit saya, yaitu Palembang Indah Mall (PIM) Palembang (kenapa favorit ya....karena seringnya saya selalu nonton di XXI PIM ini, dan sesekali di Mall yang lain seperti XXI Palembang Squre, dan kalau sekarang ini sudah ada lagi yang menyediakan bioskop di Palembang seperti CinemaXX di Palembang Icon dan yang terbaru XXI di OPI Mall, jadi makin banyak pilihan, hehee.....).

Setelah sampai di bioskop, waduuhhh ampun ampun deh antriannya puanjang banget, padahal kami datang sudah lebih awal sebelum jam 12. Langsung saja deh ikut antri....sampai di antrian, ternyata untuk jam pertama sudah sold out...jadi terpaksa nonton jam tayang kedua nih.  Setelah dapat tiketnya, sambil menunggu jam tayang film, kami jalan-jalan dulu dan tentunya makan siang dulu nih, laper nih udah jam makan siang, heheee....

Setelah tiba waktunya...terdengar suara "Pintu Teater 3 telah dibuka, bagi para penonton yang telah memiliki tiket dipersilakan memasuki ruangan teater..."

Asssiiiikkk...langsung saja deh ikut menyerbu masuk ke dalam bioskop.

Eemmzz...Film dimulai nih...

Poster Habibie & Ainun
Poster Film Habibie & Ainun (sumber gambar : disini)
Reza Rahadian yang memerankan tokoh Prof. DR. Ing. H. Bacharuddin Jusuf Habibie. Ya ampun suka banget deh sama gaya Reza, sungguh sangat sukses memerankan gaya bicara, cara berjalan, gerak gerik serta mimik dari Mantan Presiden Republik Indonesia yang ketiga ini.

Akting Reza Rahadian diimbangi dengan akting Bunga Citra Lestari yang memerankan sosok Dr. Hj. Hasri Ainun Besari. Menurut saya akting BCL cukup bagus untuk memerankan sosok Ibu Ainun, dengan tampilan make up sederhana dan gaya jaman dahulu, sungguh sangat mengena dihati. 

Setelah menonton film ini, saya dapat menceritakan sedikit tentang filmnya yang sungguh sangat berkesan di hati saya. Kisa cinta Habibie & Ainun yang merupakan jalinan cinta pertama dan terakhir yang merupakan cinta sejati.

Yang paling saya suka adalah adegan "gula jawa", loh koq gula jawa?? Iya itu aku ingat waktu Habibie Sekolah dan mengatakan si Ainun itu "Item, Jelek, Gula Jawa" hehee....itu udah ngatain malah jadi cinta, jadi awas ya hati-hati kalau ngata-ngatain ke cewek/cowok bilangnya benci nanti malah jadi naksir lo....heheee....
Tapi ketika dewasa, Habibie bilang si Ainun sudah jadi "gula pasir" heheee.... Seperti adegan ketika Habibie datang kerumah Ainun dan langsung masuk kedalam rumah, kemudian terdengar bunyi suara mesin jahit, langsung saja deh si Habibie masuk dan melihat Ainun, seketika itu pula Habibie berkata "Ainun....cantiknya...gula jawa sudah berubah jadi gula pasir..." (dengan logat dan gaya yang khas dari Habibie) heheee.....lucu deh liat nya....

Ini adegan waktu Habibie bilang ke Ainun "gula jawa" (sumber gambar : disini)
Yang saya suka dari film ini adalah sosok Habibie yang sederhana. Adegan lucu nih waktu Habibie datang kerumah Ainun. Habibie datang kerumah Ainun dengan naik becak. Sesampainya di rumah Ainun, barisan mobil dan para sopir pribadinya sudah memanjang menandakan di rumah Ainun sedang banyak tamu. Dan benar saja, di dalam rumah Ainun sudah ada beberapa Laki-laki yang istilahnya "ngapel" apa gimana ya saya mengungkapkannya, pokoknya para lelaki itu menyukai Ainun, dari yang tentara, dokter, pejabat mungkin ya, semuanya lengkap. Lah...si Habibie dengan santai dan polosnya masuk kerumah Ainun, lalu bertanya kepada si Ayahnya Ainun, dan langsung saja Ainun dipanggil dan langsung pergi jalan-jalan dengan Habibie. Eeee..... tamu-tamu yang tadi ini nih lagi nungguin Ainun kok malah Habibie nya yang datang dan membawa Ainun pergi, Hahaha...lucu banget ngeliat adegan ini dimana para lelaki yang nungguin Ainun ini langsung berdiri sambil bengong saja melihat yang ditunggunya sudah pergi dengan orang lain, heheee....

Setelah jalan-jalan akhirnya pulang naik becak...duuhh romantis bingitz... (sumber gambar : disini)
Pada akhirnya Habibie melamar Ainun dan mereka menikah. Setelah menikah mereka pun terbang ke Jerman. Habibie adalah seorang ahli pesawat terbang yang bercita-cita membuat truk terbang untuk Indonesia, sedangkan Ainun adalah seorang Dokter.
Untuk menggapai mimpi Habibie tidaklah mudah. Diperlihatkan dalam film ini betapa gigihnya Habibie berjuang untuk hidup di Jerman dan betapa ia mencintai Ainun. Saya sangat tersentuh dan meneteskan air mata saat melihat adegan dimana Habibie pulang kerja karena tidak cukup uang untuk naik bus akhirnya berjalan kaki ditengah dinginnya hujan salju, apalagi adegan dimana sepatu Habibie yang sudah lusuh dan berlubang lalu ditempel dengan kertas dan membuat kakinya semakin beku dan terluka, saya jadi menangis sedih...hiks..hikss....Sesampainya Habibie di rumah, Ainun sudah menunggu dengan gelisah. Melihat kaki suaminya terluka langsung saja Ainun mengambil kain dan air untuk mengompres luka di kaki suaminya. Adegan itu sungguh membuat saya terharu....hiks..hikss......

Cerita selanjutnya pun tidak kalah menariknya, dimana saat Habibie dan Ainun kembali ke Indonesia, saat si Habibie membuat Pesawat Terbang dan mendapat cemooh dan ejekan dari orang-orang yang tidak percaya bahwa Habibie bisa membuat Pesawat Terbang, hingga sampai Habibie menjadi Presiden. Sungguh perjuangan luar biasa dari seorang Habibie yang sungguh sangat menginspirasi saya dan tentunya kita semua. 

Sebagai seorang Presiden, Pak Habibie bekerja tanpa lelah dan tanpa istirahat. Terdapat sebuah adegan dimana Ainun yang mengingatkan Suaminya untuk istirahat, tetapi Habibie belum mau istirahat. kemudian Ainun berkata "Yowes sak karepmu...(sambil berlalu meninggalkan suaminya yang masih sibuk membaca buku)"heheee....itu bahasa Jawa yang artinya "ya sudah terserah kamu..."

Terus nih setelah malam larut, si Habibie mau masuk kamar, ee ternyata kamarnya dikunci, dan Habibie mengetuk pintu berulang kali, dan akhirnya pintu terbuka, lalu si Ainun berkata lagi "Kamu itu orang paling keras kepala dan paling sulit yang pernah aku kenal. Tapi kalau aku harus mengulang hidupku lagi...Aku akan tetap memilih kamu". Uuuhh si Habibie hanya terpana saja melihat Ainun ngomel gitu, malah si Ainun dipeluk deh, so sweet....
Ini adegan peluncuran pesawat pertama buatan Pak Habibie (sumber : disini)

Banyak sekali kisah inspiratif dari film ini khususnya bagi saya sendiri. Dapat dilihat dalam film tersebut. bahwa bagi Habibie, Ainun adalah segalanya. Begitupun sebaliknya bagi Ainun, Habibie adalah segalanya. Cinta mereka yang begitu kuat penuh kasih dan sayang. Akan tetapi, setiap kisah pasti mempunyai akhir. Adegan-adegan terakhir di film ini membuat saya tidak berhenti meneteskan air mata, adegan dimana Ainun sakit kanker ovarium dan harus menjalani operasi berkali-kali. Akting dari Reza dan BCL yang sungguh sangat mengena di hati pemirsa. Sungguh cinta yang luar biasa. Sampai akhirnya Ainun menghembuskan nafas terakhirnya. 

Film HA-1
Adegan ini membuat saya banjir air mata, hiks..hikss..... (sumber gambar : disini)
Sungguh luar biasa, film ini menurut saya termasuk salah satu film terbaik di Indonesia. Dari pemilihan peran utama yang sungguh sangat luar biasa dari Reza Rahadian dan Bunga Citra Lestari, pengambilan gambar, properti yang digunakan, lokasi syuting, membuat kita yang menonton seolah-olah kembali ke jaman dahulu dimana jaman Habibie dan Ainun di tahun 60-an. Adegan demi adegan tak satupun saya lewatkan. Emmmzzz....jadi malu sendiri nih karena nonton sambil menangis terisak disamping ada doi pula, heheee....
Sukses deh buat dunia perfilman Indonesia.

Nah....udah dulu ya segitu aja ceritanya, bagi teman-teman yang belum sempat menonton film ini, bisa beli kaset VCD nya kok ya jadi jangan khawatir, hehee....
Next....saya akan cerita lagi tentang film yang sudah saya tonton ya.....




Thursday, 8 October 2015

Mudahnya Jelajah Kuliner bersama OpenSnap

Duuuhh...laper nih sore-sore gini, pengen makan tapi makan apa ya kalau udah sore gini....
"Makan bakso saja yookk...." seru seorang temanku...

Aaiiihhh.....ini mah namanya pucuk dicinta ulam pun tiba, hahaa....
hayox aja kalo diajak makan bakso..siapa yang gak mau apalagi kalau ditraktir...hehee....

Kebetulan sore itu kami baru selesai absen, jadi masih kumpul-kumpul ngobrol sebelum pulang kerumah masing-masing.

"Mau makan bakso dimana..??" Tanya temanku tadi.
Emmzz, dimana ya?? Aaahh...sebentar...aku baru saja download aplikasi terbaru nih OpenSnap
Aku coba ya untuk perdana...

Clingg....buka hape dulu nih...


Emmmzz...kebetulan lokasi kami sekarang adalah di Kebun Bunga, tentunya sudah tidak asing lagi dong dengan tempat yang satu ini...tempat ini nongol paling atas tuh...yup'zz.....benar sekali...."Bakso Tito".

Langsung saja hayox cap cuuss...
Bakso Tito berlokasi di Jalan Kebun Bunga Km.9 Kelurahan Kebun Bunga Kecamatan Sukarami Kota Palembang. Tempatnya sudah sangat terkenal sehingga setiap harinya sudah dipastikan ramai pengunjung. 

Sesampainya disana..langsung saja pesan...
"Pesan apa mbak..??" tanya sang pelayan ramah.
"Saya bakso gak pakai mie ya...." ujar ku pada pelayannya. Maklum lah takut nanti gak habis jadi gak pakai mie...hehee...
"Minumnya apa mbak?" Tanya pelayan lagi.
"Es teh manis saja" kataku. 

Dengan segera pesanan datang...tarraaa....


Heemmzzz maknyuuss ini....

Langsung saja santap deh....



Heemmzzz...setelah ditambah kecap, saos dan sambal, maknyuuss rasanya. Yang saya suka dari bakso Tito disini adalah bakso yang separoh isi telor dan separoh lagi daging. Dengan racikan bumbu yang pas tentunya sangat menggugah selera ya....

Kami makan ramai-ramai bersama teman kantor, tentunya menambah kebersamaan dan menjalin keakraban diantara kami sehingga tidak jenuh dan bosan apalagi setelah seharian mengerjakan tugas kantor, tentunya perlu "refreshing" sedikit walau sekedar ngobrol sambil senda gurau..hehee....

Huffttzz....pedas membuat saya menjadi berkeringat deh, gak apa apalah karena sepulang ini juga langsung mandi, hehee... Setelah selesai makan akhirnya kami pulang, eitss bayar dulu dong...!! Eh kan saya ditraktir, hehee.....Makasih buat yang traktir...

Eitss....udah mau pulang tapi stop dulu sambil ambil satu jepretan dari jauh

Nah inilah pengalaman pertama saya menggunakan aplikasi OpenSnap. Aplikasi ini sungguh sangat membantu saya dan tentunya kita semua. Jadi untuk kita yang ingin jelajah kuliner, apalagi jika sedang berada di suatu tempat yang belum pernah kita datangi, cukup dengan aplikasi ini kita dapat menemukan tempat kuliner yang kita ingingkan.
Lalu...bagaimana cara mendapatkan Aplikasinya ya...??? Gampang saja kok, apalagi sekarang ini nih para pengguna "Hape" kebanyakan  "SmartPhone" akan sangat mudah. Ikuti langkah-langkah berikut ini :
  1. Bagi para pengguna Smartphone tentunya memiliki aplikasi PlayStore. Nah buka saja PlayStore nya kemudian ketik saja di kolom pencarian "OpenSnap".
  2. Setelah terbuka aplikasi OpenSnap langsung saja klik "Install".
  3. Setelah aplikasi OpenSnap terinstall di HP kamu, langsung saja buka aplikasi tersebut dan daftarkan melalui akun, bisa masukkan email ataupun facebook.
  4. Setelah pendaftaran berhasil, maka akan muncul menu beranda, pencarian, unggah foto, cari foodies, profil dan pengaturan.
  5. Pada menu beranda, kita bisa mencari dan memilih kota yang diinginkan, misalnya "Palembang".
  6. Setelah itu OpenSnap akan menampilkan beragam kuliner di Palembang. Dan klik saja "terdekat" maka akan muncul tempat kuliner di sekitar anda. Dan tentu saja terlebih dahulu aktifkan "GPS" agar bisa terdeteksi dimana lokasi anda berada.

Hasil pencarian "terdekat" dari SmartPhone saya, karena saya sedang berada di wilayah Kebun Bunga

Bakso Tito Kebun Bunga

Sebelum makan foto dulu nih bakso nya buat bahan upload...hahaa....

Jika kita benar sedang berada ditempat tersebut, maka OpenSnap akan menampilkan status kita.

Nah....sudah pada tau kan gimana caranya menggunakan aplikasi OpenSnap. Sungguh sangat gampang dan mudah. Silahkan dicoba ya.....

Next....kuliner kemana lagi ya....hehee.....