Winnie The Pooh

Menulis memang menyenangkan, bisa berbagi cerita dan pengalaman, informasi dan info kejadian sekitar.

Monday, 12 October 2015

Cinta Sejati Habibie & Ainun

Film...Film...Film.....
Haduuuhh kalau sudah bicara Film.... siapa ya kira-kira yang tidak suka nonton film?? eemmzz kalau saya sih jangan ditanya lagi, kalau bisa setiap film bioskop terbaru saya "kudu" dan wajib nonton, heheeee... Gak maksa sih, tapi kalau memang ada waktu luang dan tentunya kondisi "dompet" yang memungkinkan, saya bisa dipastikan nonton film bioskop terbaru.

Salah satu film yang membuat saya tertarik untuk tidak melewatkan "nonton" yaitu Film "Habibie & Ainun". Film ini tayang perdana di seluruh bioskop Indonesia pada Kamis, 20 Desember 2012. Ahaaa langsung saja ketika film sudah masuk ke jadwal Bioskop, jangan dilewatkan dong...langsung saja deh, apalagi yang ngajak nonton si doi.. heheee...

Ketika waktu sudah ditentukan, kami berencana nonton di hari Minggu. Tiba waktunya si doi mengajak saya jalan sekaligus nonton. Setelah sampai di salah satu Mall tempat Favorit saya, yaitu Palembang Indah Mall (PIM) Palembang (kenapa favorit ya....karena seringnya saya selalu nonton di XXI PIM ini, dan sesekali di Mall yang lain seperti XXI Palembang Squre, dan kalau sekarang ini sudah ada lagi yang menyediakan bioskop di Palembang seperti CinemaXX di Palembang Icon dan yang terbaru XXI di OPI Mall, jadi makin banyak pilihan, hehee.....).

Setelah sampai di bioskop, waduuhhh ampun ampun deh antriannya puanjang banget, padahal kami datang sudah lebih awal sebelum jam 12. Langsung saja deh ikut antri....sampai di antrian, ternyata untuk jam pertama sudah sold out...jadi terpaksa nonton jam tayang kedua nih.  Setelah dapat tiketnya, sambil menunggu jam tayang film, kami jalan-jalan dulu dan tentunya makan siang dulu nih, laper nih udah jam makan siang, heheee....

Setelah tiba waktunya...terdengar suara "Pintu Teater 3 telah dibuka, bagi para penonton yang telah memiliki tiket dipersilakan memasuki ruangan teater..."

Asssiiiikkk...langsung saja deh ikut menyerbu masuk ke dalam bioskop.

Eemmzz...Film dimulai nih...

Poster Habibie & Ainun
Poster Film Habibie & Ainun (sumber gambar : disini)
Reza Rahadian yang memerankan tokoh Prof. DR. Ing. H. Bacharuddin Jusuf Habibie. Ya ampun suka banget deh sama gaya Reza, sungguh sangat sukses memerankan gaya bicara, cara berjalan, gerak gerik serta mimik dari Mantan Presiden Republik Indonesia yang ketiga ini.

Akting Reza Rahadian diimbangi dengan akting Bunga Citra Lestari yang memerankan sosok Dr. Hj. Hasri Ainun Besari. Menurut saya akting BCL cukup bagus untuk memerankan sosok Ibu Ainun, dengan tampilan make up sederhana dan gaya jaman dahulu, sungguh sangat mengena dihati. 

Setelah menonton film ini, saya dapat menceritakan sedikit tentang filmnya yang sungguh sangat berkesan di hati saya. Kisa cinta Habibie & Ainun yang merupakan jalinan cinta pertama dan terakhir yang merupakan cinta sejati.

Yang paling saya suka adalah adegan "gula jawa", loh koq gula jawa?? Iya itu aku ingat waktu Habibie Sekolah dan mengatakan si Ainun itu "Item, Jelek, Gula Jawa" hehee....itu udah ngatain malah jadi cinta, jadi awas ya hati-hati kalau ngata-ngatain ke cewek/cowok bilangnya benci nanti malah jadi naksir lo....heheee....
Tapi ketika dewasa, Habibie bilang si Ainun sudah jadi "gula pasir" heheee.... Seperti adegan ketika Habibie datang kerumah Ainun dan langsung masuk kedalam rumah, kemudian terdengar bunyi suara mesin jahit, langsung saja deh si Habibie masuk dan melihat Ainun, seketika itu pula Habibie berkata "Ainun....cantiknya...gula jawa sudah berubah jadi gula pasir..." (dengan logat dan gaya yang khas dari Habibie) heheee.....lucu deh liat nya....

Ini adegan waktu Habibie bilang ke Ainun "gula jawa" (sumber gambar : disini)
Yang saya suka dari film ini adalah sosok Habibie yang sederhana. Adegan lucu nih waktu Habibie datang kerumah Ainun. Habibie datang kerumah Ainun dengan naik becak. Sesampainya di rumah Ainun, barisan mobil dan para sopir pribadinya sudah memanjang menandakan di rumah Ainun sedang banyak tamu. Dan benar saja, di dalam rumah Ainun sudah ada beberapa Laki-laki yang istilahnya "ngapel" apa gimana ya saya mengungkapkannya, pokoknya para lelaki itu menyukai Ainun, dari yang tentara, dokter, pejabat mungkin ya, semuanya lengkap. Lah...si Habibie dengan santai dan polosnya masuk kerumah Ainun, lalu bertanya kepada si Ayahnya Ainun, dan langsung saja Ainun dipanggil dan langsung pergi jalan-jalan dengan Habibie. Eeee..... tamu-tamu yang tadi ini nih lagi nungguin Ainun kok malah Habibie nya yang datang dan membawa Ainun pergi, Hahaha...lucu banget ngeliat adegan ini dimana para lelaki yang nungguin Ainun ini langsung berdiri sambil bengong saja melihat yang ditunggunya sudah pergi dengan orang lain, heheee....

Setelah jalan-jalan akhirnya pulang naik becak...duuhh romantis bingitz... (sumber gambar : disini)
Pada akhirnya Habibie melamar Ainun dan mereka menikah. Setelah menikah mereka pun terbang ke Jerman. Habibie adalah seorang ahli pesawat terbang yang bercita-cita membuat truk terbang untuk Indonesia, sedangkan Ainun adalah seorang Dokter.
Untuk menggapai mimpi Habibie tidaklah mudah. Diperlihatkan dalam film ini betapa gigihnya Habibie berjuang untuk hidup di Jerman dan betapa ia mencintai Ainun. Saya sangat tersentuh dan meneteskan air mata saat melihat adegan dimana Habibie pulang kerja karena tidak cukup uang untuk naik bus akhirnya berjalan kaki ditengah dinginnya hujan salju, apalagi adegan dimana sepatu Habibie yang sudah lusuh dan berlubang lalu ditempel dengan kertas dan membuat kakinya semakin beku dan terluka, saya jadi menangis sedih...hiks..hikss....Sesampainya Habibie di rumah, Ainun sudah menunggu dengan gelisah. Melihat kaki suaminya terluka langsung saja Ainun mengambil kain dan air untuk mengompres luka di kaki suaminya. Adegan itu sungguh membuat saya terharu....hiks..hikss......

Cerita selanjutnya pun tidak kalah menariknya, dimana saat Habibie dan Ainun kembali ke Indonesia, saat si Habibie membuat Pesawat Terbang dan mendapat cemooh dan ejekan dari orang-orang yang tidak percaya bahwa Habibie bisa membuat Pesawat Terbang, hingga sampai Habibie menjadi Presiden. Sungguh perjuangan luar biasa dari seorang Habibie yang sungguh sangat menginspirasi saya dan tentunya kita semua. 

Sebagai seorang Presiden, Pak Habibie bekerja tanpa lelah dan tanpa istirahat. Terdapat sebuah adegan dimana Ainun yang mengingatkan Suaminya untuk istirahat, tetapi Habibie belum mau istirahat. kemudian Ainun berkata "Yowes sak karepmu...(sambil berlalu meninggalkan suaminya yang masih sibuk membaca buku)"heheee....itu bahasa Jawa yang artinya "ya sudah terserah kamu..."

Terus nih setelah malam larut, si Habibie mau masuk kamar, ee ternyata kamarnya dikunci, dan Habibie mengetuk pintu berulang kali, dan akhirnya pintu terbuka, lalu si Ainun berkata lagi "Kamu itu orang paling keras kepala dan paling sulit yang pernah aku kenal. Tapi kalau aku harus mengulang hidupku lagi...Aku akan tetap memilih kamu". Uuuhh si Habibie hanya terpana saja melihat Ainun ngomel gitu, malah si Ainun dipeluk deh, so sweet....
Ini adegan peluncuran pesawat pertama buatan Pak Habibie (sumber : disini)

Banyak sekali kisah inspiratif dari film ini khususnya bagi saya sendiri. Dapat dilihat dalam film tersebut. bahwa bagi Habibie, Ainun adalah segalanya. Begitupun sebaliknya bagi Ainun, Habibie adalah segalanya. Cinta mereka yang begitu kuat penuh kasih dan sayang. Akan tetapi, setiap kisah pasti mempunyai akhir. Adegan-adegan terakhir di film ini membuat saya tidak berhenti meneteskan air mata, adegan dimana Ainun sakit kanker ovarium dan harus menjalani operasi berkali-kali. Akting dari Reza dan BCL yang sungguh sangat mengena di hati pemirsa. Sungguh cinta yang luar biasa. Sampai akhirnya Ainun menghembuskan nafas terakhirnya. 

Film HA-1
Adegan ini membuat saya banjir air mata, hiks..hikss..... (sumber gambar : disini)
Sungguh luar biasa, film ini menurut saya termasuk salah satu film terbaik di Indonesia. Dari pemilihan peran utama yang sungguh sangat luar biasa dari Reza Rahadian dan Bunga Citra Lestari, pengambilan gambar, properti yang digunakan, lokasi syuting, membuat kita yang menonton seolah-olah kembali ke jaman dahulu dimana jaman Habibie dan Ainun di tahun 60-an. Adegan demi adegan tak satupun saya lewatkan. Emmmzzz....jadi malu sendiri nih karena nonton sambil menangis terisak disamping ada doi pula, heheee....
Sukses deh buat dunia perfilman Indonesia.

Nah....udah dulu ya segitu aja ceritanya, bagi teman-teman yang belum sempat menonton film ini, bisa beli kaset VCD nya kok ya jadi jangan khawatir, hehee....
Next....saya akan cerita lagi tentang film yang sudah saya tonton ya.....




9 comments:

  1. Wah...keren nih postingannya... ternyata selera kita sama ya Mur.. gak jauh2 suka tema percintaan, hehe.. Hebatnya cerita film ini ttg cinta sejati.. Kupikir cinta sejati itu gak ada.. Ternyata ada ya..seperti yg dilakoni Ainun dan Habibie..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya ibuk, cerita film ini sungguh benar-benar terjadi di kehidupan nyata, yaitu Pak Habibie....sungguh kagum dengan karater beliau...Benar-benar cinta sejati...hehee....

      Delete
  2. iya keren filmnya, sukses buat giveawaynya

    ReplyDelete
  3. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete
  4. Sayang mbak, selera kita gak sama. Saya gak terlalu suka sama ni film, tapi istri saya suka banget. Film Indonesia yg suka banget itu Negeri 5 Menara dan The Raid 1. Gak tau napa, suka aja.....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hemmzzz gitu ya...berarti salam ya buat istri nya mas...hehee... tapi selain hobby film romantis, saya jg suka film action n saya jg suka The Raid...

      Delete
  5. aku belum nonton takut mewek nantinya hehe, makasih ya atas partisipasinya

    ReplyDelete