Winnie The Pooh

Menulis memang menyenangkan, bisa berbagi cerita dan pengalaman, informasi dan info kejadian sekitar.

Thursday, 1 October 2015

Peta buatanku menjadi Nomor Satu

Ayah....aku punya tugas...dan besok harus dikumpul, bagaimana aku harus menyelesaikannya, membuat peta nya saja aku baru selesai....kataku sambil merengek pada ayah, tapi ayah cuek saja sambil membuat anyaman dari bambu dan berkata "tidurlah sudah malam.."
tapi aku malah merengek lagi dan rasanya mau menangis, "bagaimana jadinya kalau tugasku belum selesai besok aku gak mau sekolah, aku bahkan belum membeli plastik dan kayu untuk membuat bingkainya..." sambil ngambek aku pergi tidur...

saat itu aku masih SMP kelas 1, aku mendapat tugas geografi yaitu membuat peta, dan aku mendapat tugas membuat peta Kalimantan, harus dibuat besar dalam ukuran kertas karton sekajang penuh, aku melihat kalau teman-temanku banyak yang mengupah, menyuruh orang membuatnya, tapi karena aku tak punya uang untuk mengupah orang, ya aku berusaha sendiri, tapi walaupun aku punya uang saat itu aku gak akan mengupah orang lain untuk mengerjakannya, karena itu sama saja membohongi guru, betul kan???

Waktu yang diberikan adalah satu minggu terhitung diperintahkan pada saat pelajaran itu, artinya minggu depan atau pertemuan berikutnya harus sudah dikumpul. Lalu aku membeli dua kajang kertas karton putih (takut kalau terjadi kesalahan.....) dan mulai membuat peta dengan mencontoh Atlas. Awalnya sih bingung, bagaimana caraku membuat agar hasilnya bagus??? Percobaan di karton yang pertama membuat aku banyak menghapusnya sehingga karton menjadi agak kotor...aahh akhirnya aku menyerah dan tidak mengerjakannya karena kesal. 

Keesokan harinya sepulang sekolah aku mempunyai ide, aaahhh....kan di Atlas mempunyai skala peta, maka aku membuat perbandingan skala peta dalam atlas dan menghitung perbandingan pada karton, nah...karton kedua nih jangan sampain banyak salah, kan sayang uangnya terbuang percuma (.....haduuhh....perhitungan banget aku ya...hehee....), bukan perhitungan sih, tapi kan aku hanya bisa meminta uang kepada orang tua untuk membeli peralatannya, kan kasihan mereka jika aku tak menghargai jerih payah nya, oooo so sweet.....heheee....

Akhirnya aku mendapatkan skala perbandingannya, dan aku buat garis petak-petak pada karton dan atlas, perbandingan 1:5, artinya jika pada atlas hanya berjarak 1 cm, maka aku akan menggambar dengan jarak 5 cm pada karton. Perlahan dan dengan telaten aku membuatnya. Aahh hari ini aku menyelesaikan garis luarnya sehingga terbentuklah gambar peta Kalimantan. Hari selanjutnya aku mengerjakan garis-garis batas antar provinsi dan yang lainnya. Hari selanjutnya aku menulis nama-nama tempatnya. Hari selanjutnya aku mewarnai peta itu dan sampai akhirnya....tarraaa....selesai juga peta buatanku, wah senangnya ternyata bagus juga peta buatanku sendiri, mungkin jika dibandingkan dengan teman-temanku yang ngupah mungkin bagusan punyaku, hehee....Pe De bener ya aku ini....heheee....

aduuuhh...saking fokusnya aku mengerjakan peta sampai lupa bahwa peta itu harus di bingkai dengan dibungkus plastik, "Ayah......ayoo antarkan aku membeli plastik dan bingkai...." teriak ku pada ayah yang sedang asyik menganyam bambu. "Sudah malam...warung sudah tutup, lagipula mana ada yang jualan bingkai untuk karton itu kalau tidak ke pasar.." seru ayahku.

"Tapi kan besok harus dikumpul peta ku ini....."rengek ku sambil menatap ayah.
"Sudah malam...tidurlah..." pinta ayahku.
"Lalu bagaimana tugasku....pokoknya besok aku gak mau sekolah..." seruku sambil ngambek dan pergi tidur.
karena hari sudah malam dan aku juga mengantuk, akhirnya aku tertidur juga..

Kukuruyuuukkk.....terdengar kokok suara ayam membangunkan ku, ternyata sudah subuh, aku bangun dan mandi lalu sholat subuh. Setelah sholat aku ingat akan tugasku....nah bagaimana ini dengan peta ku, aku belum menyelesaikan bingkainya, tidak mungkin aku membawa nya tanpa dibingkai, karna pasti Pak Guru akan memarahi aku. Lalu cepat aku beranjak dan mencari peta ku, berharap masih ada waktu untuk pergi ke warung dan membeli bingkainya. Loohh....dimana....dimana peta buatan ku.....kenapa tidak ada....
"Ibu....dimana peta yang kubuat semalam....???
"Tadi malam kan ada di depan (ruang tamu maksudnya....) seru ibuku sambil membuat sarapan di dapur.
"Tidak ada bu ......." teriak ku sambil hampir menangis karena sudah kesana kemari untuk mencarinya namun belum menemukan apa yang aku cari, yaitu peta buatanku.

Lalu akhirnya aku terpaku, terpana melihat apa yang kulihat, apa yang kucari ternyata ada di depan mataku, tapi mengapa sedari tadi aku tak melihatnya??. Oohh ternyata....betapa girangnya hatiku....peta buatanku sudah di bingkai rapi dengan dilapis plastik, ooohh sungguh bagus sekali, gambaran peta ku menjadi terlihat lebih indah dan nyata... oooww mungkin karena sudah dipajang dan digantung maka aku tak melihanya.

"Ayah......." teriak ku
"Ayahmu masih di masjid belum pulang..."seru ibuku.

Lalu aku dengan girangnya mengambil sarapan dan aku makan dengan memandangi peta buatanku itu, rasanya bangga sekali karena aku membuatnya sendiri, dan aku berharap mendapat nilai yang bagus.

akhirnya ayahku pulang, aku memeluk manja ayahku, "terima kasih ayah...kapan ayah mengerjakannya??" Tanyaku manja...
"Sudah pergilah sekolah nanti terlambat..."
"Baiklah ayah....aku pergi dulu ya...."
Dan setelah pamit kepada ayah ibuku lalu aku pergi sekolah dengan temanku.
Dengan girangnya aku pergi sekolah.

waktu masih menunjukkan puku 06.00, tapi aku dan teman-temanku sudah pergi dengan berjalan kaki bersama-sama. Jarak dari rumahku ke sekolah lumayan jauh, karena kadang-kadang jam setengah tujuh kami baru sampai di sekolah. Aku tidak punya sepeda, apalagi motor, dulu hanya anak-anak orang kaya sajalah yang ke sekolah membawa sepeda, atau diantarkan pakai motor, dan beberapa ada yang diantar mobil, sedangkan aku hanya keluarga sederhana yang tidak punya semua itu. Tapi dengan tanpa rasa lelah aku dan teman-temanku selalu bahagia dan gembira berjalan kaki bersama-sama. Itu sih dulu...masih jaman belum ada polusi udara dan Gadget....tahun 2000an..hehee....

Aahhh...akhirnya mata pelajaran geografi....saatnya kumpulkan tugas.....
Semua murid mengumpulkan tugas ke depan dan termasuk aku. Pak Guru sedang memeriksanya. Sambil Pak Guru memeriksa kami diberi tugas soal latihan. Dan akhirnya pelajaran hampir selesai, Pak Guru mengatakan bahwa tugas membuat peta sudah dinilai, dan yang dinilainya baik akan dipajang dikelas. Maka dipilihlah 5 peta yang akan dipajang, dan.....eehh itu kan yang dipegang Pak Guru peta buatanku....aahh yang benar saja....dan....yaahhh....peta buatanku akan dipajang dengan 4 peta lainnya.....

oooohhh girangnya aku....senangnya aku sampai hampir lompat-lompat....hahaaa....
ternyata berbeda rasanya merasakan hasil kerja kita sendiri membuahkan hasil, karena 4 peta lainnya yang akan dipajang adalah milik temanku yang "Ngupah" dan tentu saja mreka tidak se gembira aku....ya gak...

Setelah pulang sekolah dan sampai dirumah, aku langsung berlari menghambur memeluk ayahku...dan aku bilang apa yang kudapat hari ini...ayahku tersenyum dan sangat senang mendengarnya.
ooohh Ayah...aku saya.....ng.....sekali dengan Ayah....walau Ayah cuek...tapi itu adalah bentuk perhatiannya.....Ayah....engkau segalanya bagiku...
Love you my father.....

0 comments:

Post a Comment