Winnie The Pooh

Menulis memang menyenangkan, bisa berbagi cerita dan pengalaman, informasi dan info kejadian sekitar.

Thursday, 15 October 2015

Wisata Sungai Musi dan Pulau Kemaro

Prasasti Legenda Pulau Kemaro

Palembang, Kota Metropolitan di Sumatera Selatan. Jika seseorang terdengar kata "Palembang" pasti wisata yang terfikir adalah "Jembatan AMPERA". Yah benar sekali, Jembatan Ampera memang merupakan Icon di Kota Empek-empek ini. Namun wisata yang tidak kalah menarik juga adalah Pulau Kemaro. Hemmzzz...siapa ya yang sudah pernah kesana??? Kalau saya sudah nih kesana, naahh bagi yang belum pernah kesana saya akan ceritakan sedikit saja (loh kenapa sedikit nih....?? Iya karena saya pun belum banyak mengetahuinya karena saya baru satu kali kesana, hehee....). Dan bagi yang sudah pernah kesana, kita bisa berbagi cerita dong....hehee....

Pagoda yang menjadi icon Pulau Kemaro

Awal Desember 2014 lalu, saya sempat berkunjung ke Pulau Kemaro. Itung-itung ya wisata Sungai Musi gitu.... Langsung saja kami berangkat... Emmzz berangkatnya nih dari BKB (Benteng Kuto Besak) yang pastinya di bawah Jembatan Ampera dong...

Setelah siap, dengan menggunakan KM. Segentar Alam langsung saja kami menuju Pulau Kemaro, dalam perjalanan menuju kesana, tentunya terlebih dahulu kami menikmati pemandangan Sungai Musi dan melihat langsung Jembatan Ampera dari bawahnya. Wah saya yang selama ini hanya melewati Jembatan Ampera jadi tau betapa kokohnya tiang penyangga Jembatan itu setelah melihat langsung dari bawahnya.
 Kapal Segentar Alam
Menurut sejarah yang saya baca nih ya, Jembatan Ampera ini merupakan hadiah dari Presiden Soekarno, dibangun pada tahun 1962 dengan memakai dana dari hasil rampasan perang Jepang (wah...kok bisa ya?? Berarti banyak dong uang rampasannya bisa buat bangun jembatan...hehee...) dan Pemakaian Jembatan ini diresmikan pada tahun 1965, tepatnya 30 September 1965 (lohh...itukan yang terkenal dengan G.30 S.PKI...). Nah yang meresmikan adalah Letjend. Ahmad Yani. Awalnya Jembatan tersebut akan dinamakan Jembatan Bung Karno, namun Bung Karno tidak setuju, akhirnya Jembatan tersebut dinamai Jembatan Ampera yang artinya Amanat Penderitaan Rakyat. 

Nih hasil Jepretan saya saat berada di tengah sungai Musi bersama KM. Segentar Alam

Nah sudah tau kan sejarahnya, dengan adanya Jembatan Ampera ini tentunya memiliki banyak manfaat bagi masyarakat karena Jembatan ini merupakan penghubung antara wilayah Ulu dan Ilir. Coba kalau tidak ada Jembatan ini, wah bakalan repot ya kalau menyeberang harus menggunakan perahu, terus kendaraan bermotornya gimana? Harus ada Kapal Feri dong.... jadi mengalahkan pelabuhan Bakaheuni nanti...hihiii....

Jadi nih kita sebagai masyarakat di jaman ini harus bangga dan berterima kasih terhadap perjuangan para Pahlawan kita, dan kita harus bisa menjaga nilai-nilai budaya yang ada, jangan malah menghancurkannya, ciee ilee...bisa apa gue...hehee...
Menyempatkan foto dengan background Jembatan Ampera

Nah kalau tadi adalah Jembatan Ampera, mari sekarang kita sampai di Pulau Kemaro. Pulau Kemaro sendiri terletak ditengah-tengah Sungai Musi lo. Jadi Pulau Kemaro adalah daratan di tengah Sungai. 

Legenda Pulau Kemaro sendiri telah tertulis pada sebuah Prasasti. Diceritakan bahwa pada jaman dahulu, datang seorang Pangeran dari Negeri Cina bernama Tan Bun An, ia datang ke Palembang untuk berdagang. Ketika ia meminta ijin ke Raja Palembang, ia bertemu dengan putri raja yang bernama Siti Fatimah. Ia langsung jatuh hati, begitu juga dengan Siti Fatimah. Merekapun menjalin kasih dan berniat untuk menikah. Tan Bun An mengajak Siti Fatimah ke Cina untuk melihat orang tua Tan Bun An. 

Setelah beberapa waktu, mereka kembali ke Palembang. Bersama mereka disertakan pula tujuh guci yang berisi emas. Sesampai di muara Sungai Musi, Tan Bun An ingin melihat hadiah emas di dalam guci-guci tersebut. Tetapi alangkah kagetnya karena yang dilihat adalah sayuran sawi-sawi asin. Tanpa berpikir panjang ia membuang guci-guci tersebut ke sungai, tetapi guci terakhir terjatuh diatas dek dan pecah. Ternyata didalamnya terdapat emas. Tanpa berpikir panjang lagi ia terjun kedalam sungai untuk mengambil emas-emas dalam guci yang sudah dibuangnya. Seorang pengawalnya juga ikut terjun untuk membantu, tapi kedua orang itu tidak kunjung muncul. Siti Fatimah akhirnya menyusul dan terjun ke Sungai Musi. Untuk mengenang mereka bertiga dibangunlah sebuah kuil dan makam untuk ketiga orang tersebut. Selesai....

Haduh panjang juga ya ceritanya...jadi nge-dongeng saya...hihiii.....

Gerbang masuk Pulau Kemaro
Nah...dengan adanya legenda yang sudah saya ceritakan tadi nih ya, ada lagi mitos "Pohon Cinta". Saya juga penasaran dengan Pohon Cinta itu, konon katanya jika seseorang menulis nama dan kekasihnya pada pohon tersebut, cinta mereka akan abadi seperti cinta Pangeran Tan Bun An dan Siti Fatimah. Aahh tapi saya tidak percaya sih, mana ada dengan hanya menulis nama di pohon akan meenjadi cinta abadi, bukankah cinta abadi itu kita yang menciptakan, bukan sebuah pohon?? Hehee...

Pohon yang dinamai Pohon Cinta itu memang bentuknya unik tidak seperti pohon biasanya, bagaimana ya menggambarkannya?? Terdapat cabang atau akar yang langsung menancap ke tanah (gitu deh kira-kira...hehee...). Nah benar juga sekarang pohon ini dipagari dan pengunjung tidak boleh lagi masuk bahkan menyentuh pohonnya. Karena banyak sekali wisatawan yang menulis dan mencoret-coret pohon tersebut, bukan ingin cinta abadi itu namanya tapi merusak habitat tanaman, bukankah begitu?? Hehee....
Background Pohon Cinta yang sudah dipagari.

Nah segitu aja cerita dari saya, next....cerita jalan-jalan lagi ya....

Mari cintai dan lestarikan aset Pariwisata di Palembang dan Indonesia....

16 comments:

  1. Wah.. lumayan panjang jembatan ampera ya..

    Jadi pulau kemaro itu seperti pulau kumala yang ada di kaltim tepatnya sungai mahakam. Legendanya juga seru, tentang siti fatimah dan tan bun kenapa kasih emas didalam guci dan dikasih sawi asin pula. Biar apa emas dikasih sawi asin coba, mungkin untuk menguji siti. Entahlah..

    Iya tuh, kalo ada 50 orang yang nulis nama orang yang sama gimana apalagi artis kan banyak fansnya.. hehehe
    Emang bener gak bakalan menjamin malah bikin rusak alam saja..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak Arum...Jembatan Ampera memang panjang, tapi tidak sepanjang Jembatan Suramadu, hehee....

      Mungkin jaman dulu itu ya belum ada tempat untuk emas-emasnya jadi ditarok dalam guci, dan kenapa juga dikasih sawi ya...entahlah juga ya..hihii...

      Iya itu mbak, bikin rusak alam aja mencoret-coret pohon...

      Btw...makasih atas atensinya....

      Delete
  2. Ihh...gak ngajak2 Ibuk jalan2 ke Pulau Kemaro ya.. Udah keduluan Murni ke sana.. Pengen lihat "pohon cinta" yg ada di sana...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehee...nanti kita jalan-jalan bareng ya ibuk...
      Pohon cinta yg unik, namun kita hanya bisa melihat dr luar pagar saja tanpa dapat menjamahnya...hehee...

      Delete
  3. Wah...Pulau Kemaro ternyata menyimpan cerita yg menarik ya.. ttg legenda percintaan Tan Bun An dan Siti Fatimah...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya ibu...legenda cinta sejati Tan Bun An dan Siti Fatimah, eh seperti Habibie & Ainun ya...hehee....

      Delete
  4. Baru tau klo ada pulau kemaro...pdhl wong palembang...hihihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mbak nani...masa iya gak tau sm pulau kemaro...hayox berkunjung kesana...hehee....

      Delete
  5. pagoda di pulau Kemaro itu mirip2 yang ada di Semarang... Saya beneran baru tahu nih tentang pulau Kemaro (pasti dulu belajar peta-nya gak beres)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Emmzz iya ya mbak Ria, dan di Manado jg ada Pagoda nya mirip banget dengan di Pulau Kemaro (kalau gak salah ya...hehee...)

      Delete
  6. seneng banget baca ceritanya, jadi tau legenda pulau Kemaro. AKubelum pernah ke Palembag

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih mbak Lidya...kapan-kapan mari berkunjung ke Palembang, hehee...

      Delete
  7. yang aku tau di palembang paling terkenal banget jembatan ampera nya, ternyata palembang menyimpan banyak tempat wisata ya mba

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak Devina, Jembatan Ampera itu Icon nya Kota Palembang, hehee....
      Sebenarnya begitu, seperti daerah lain, Palembang juga memiliki tempat wisata yang gak kalah menariknya, hehee....

      Delete
  8. paling suka klo foto ada aksen pagodanya hihi serasa di negeri cina ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak Gustyanita...pagoda identik dengan Cina ya...jadi serasa di negeri Cina...hehee...

      Delete