Winnie The Pooh

Wisata Religi

Saat jalan-jalan ke Kota Jakarta dan singgah di Masjid Istiqlal.

Pantai Mutun Lampung

Study Tour bersama teman kampus ke Lampung

Wisata Religi

Ziarah ke makam Almarhum UJE

Wisata Religi

Singgah ke Masjid Istiqlal Jakarta

Wisata Religi

Masjid Kubah Emas

Pulau Kemaro

Prasasti Legenda Pulau Kemaro

Masjid Cheng Ho Palembang

Arsitektur Cina yang melekat pada Masjid Cheng Ho Palembang seakan-akan saya berada di Negeri Cina

Asrama Haji Lampung

Sewaktu Study Tour ke Lampung menginap di Asrama Haji Lampung

Pulau Kemaro

Gerbang masuk menuju Pulau Kemaro Palembang

Pantai Mutun Lampung

Indahnya pemandangan Pantai Mutun Lampung

Kenangan Teman Kuliah

Indahnya kebersamaan bersama teman kuliah, masa-masa yang tak terlupakan

Jalan-Jalan

Dermaga Pelabuhan Tanjung Api-api

Jalan-Jalan

Foto Ramai-ramai di Dermaga Pelabuhan Tanjung Api-api

Jalan-Jalan

Dermaga Penyeberangan menuju Pulau Pahawang

Holiday

Serunya bermain banana boat di Pantai Clara Bandar Lampung

Jalan-Jalan

Serunya bermain di Pantai Clara Bandar Lampung

My Birthday

Serunya Ulang Tahun ku bersama teman-teman ku....tiup lilin nya.............

My Birthday

Suapan dari Bunda yang tersayang, Bunda Rita.............

My Birthday

Potong Tumpengnya.............

Belajar Ngemse

Belajar memberanikan diri tuk tampil di depan umum.............

Tim Merah Putih

Suasana Kemeriahan HUT Kemerdekaan RI Tahun 2019.............

Juara

Yeay...dapat hadih dan piala nih.............

Tim Medis selalu siaga

Kenangan sewaktu dirawat saat Diklatsar.............

Coach Abah Qum

Teman Seperjuangan dalam satu kelompok.............

Coach Abah Qum

Teman Seperjuangan dalam satu kelompok.............

Bonbon n Embul

Senangnya main sama dua bocah yang super gemesin ini.............

My Bonbon

Bocah yang selalu Aktif.............

Friday, 25 March 2016

Fogging pencegahan DBD dimusim penghujan

Sekitaran rumah dan got harus kena semprot biar mati semua nyamuknya...
Waduh... 2 keponakan ku kena DBD, yang pertama si Hafiz, setelah pulang dari Rumah Sakit, 2 minggu kemudian adiknya si Hafiz, Dzaki pun suspect DBD dan akhirnya dirawat di rumah sakit juga. 

Haduuh....apa karena kurang menjaga kebersihan nih ya di lingkungan rumah, apa bener banyak nyamuk aedes dirumah ku? Tapi kenapa harus anak-anak yang kena DBD? Atau memang mereka kena gigitan nyamuk di sekolah? Haduuhh....

Ah sudah lah, langsung saja menghubungi kantor Kecamatan untuk melakukan fogging di rumahku. Iyah, pagi itu juga langsung aku minta fogging di rumahku, karena kan nyamuk aedes itu adanya dipagi menjelang siang, jadi lebih baik kalo fogging nya pagi hari.
Di dalam rumah pun harus disemprot...
Setelah dilakukan fogging, kami berharap tidak ada lagi yang terkena DBD, tapi...eh ... malah ini ibunya si Hafiz demam sudah 3 hari dan belum sembuh, waduh...takutnya DBD jg, alhasil....sekarang nih ibunya si Hafiz dirawat juga, padahal baru 2 hari yang lalu Dzaki pulang dari rumah sakit.

Haduh...ada-ada saja nih ya, namanya cobaan kita kudu kuat. Dan semoga aku juga kuat, jangan sampe kena DBD juga, aamiin....
Hari pertama Dzaki dirawat, masih sangat lemas...
Hari ketiga, sudah bisa ceria, apalagi dihibur sama kk Hafiz...

Mungkin segitu dulu ya, ceritanya DBD terus, jangan bosen ya, hahaa...

Terima kasih....

Wednesday, 9 March 2016

Ibuku, jadi langganan kena TIPU...!!!

Sedang sibuknya aku dikantor tiba-tiba hp berbunyi, kulihat dilayar "mbak desi", yah...sepertinya panggilan dari rumah, mbak Desi adalah orang yang membatu pekerjaan ibu dirumah.

"Haloo...kenapa mbak" tanyaku
"Murni....cepatlah pulang, Bapak Ibuk mau pergi kerumah sakit" seru mbak Desi dari ujung telpon dengan nada panik.
"Ke rumah sakit mana mba? siapa yang sakit?" tanyaku lagi.
"Ke rumah sakit "B", Hafiz masuk rumah sakit, sekarang di IGD, cepatlah pulang sekarang" serunya lagi dengan nada tergesa-gesa.
"iya, tunggulah aku pulang dulu, jangan berangkat dulu bilang bapak" kataku sambil menutup telpon.

Bergegas aku mengambil kunci motor dalam laci meja kerjaku, lalu aku pamit pulang sebentar. Ditengah perjalanan aku berpikir, Hafiz masuk IGD? di RS "B"? memangnya dari mana dia? bukankah pagi tadi aku mengantarnya sekolah dan baik-baik saja, dan juga gak ada acara diluar sekolah. Kulihat arlojiku masih menunjukkan jam 09.00 pagi, dan artinya belum waktunya Hafiz pulang sekolah.

Setelah sekira 5 menit (jarak dari kantor ke rumahku tidak begitu jauh) aku sampai dirumah. Kulihat Bapak dan Ibu sudah bersiap hendak pergi ke Rumah Sakit, sudah bersiap dan sudah menyalakan mobil. Kulihat Ibuku dengan wajah paniknya dan sambil berteriak-teriak kepadaku, "ayoo...cepatlah..cepatlah....Hafiz....cepatlah...." dengan wajah panik dan hampir menangis.

"Sebentar dulu, ini siapa yang bilang Hafiz di Rumah Sakit?" kata ku sambil menenangkan ibuku.
"ini ditelpon dokter rumah sakit dan satpam sekolah, Hafiz sekarang kritis, sekarang ada di IGD, kalo kita gak segera kesana dan transfer uang, Hafiz gak akan tertolong lagi" seru ibuku sambil menangis.
"ini dia barusan telpon lagi, cepatlah...cepatlah...." seru ibuku yang masih memegangi hp nya.

Sejenak aku berpikir, satpam sekolah? dokter? bukan guru kelasnya.
ah...sabar, sebentar dulu...ini pasti penipuan, gumamku dalam hati, lalu aku menelpon wali kelas Hafiz, dan bertanya dimana si Hafiz.

"Iyaa....Hafiz ada, itu anaknya lagi belajar" kata wali kelasnya.

"Alhamdulillah...."sambil aku menarik nafas lega.

"Kenapa mbak?" tanya pak guru lagi.
"Ah...ini, nenek Hafiz hampir kena tipu, dipikirnya Hafiz beneran masuk Rumah Sakit".

ah.....itulah ibuku, sudah beberapa kali hampir kena tipu, bahkan sudah pernah kena tipu, dan sepertinya para penipu sudah menjadikan no hp dirumah ku itu target, karena mungkin dipikirnya mudah kena tipu. haduuhh...

Ibuku seperti itu, sudah beberapa kali dinasehati jangan mudah tertipu, tapi masih saja terpengaruh. suatu kali ibuku kena tipu dengan mengirimkan pulsa 100 ribu beberapa kali, kemudian hampir kena tipu karena dikatakan menang undian berhadiah dengan mengirimkan nomor rekening tabungan dan masih banyak lagi, haduuhh...sudah berapa kali ibuku membuat "geger" dan membuat panik gara-gara telpon maupun sms undian berhadiah.

Jaman sekarang ini sudah seringkali modus penipuan, nah seperti ibuku itu orang awam dan mudah tergiur, jadi sekali saja mendapat berita menang undian, senangnya bukan kepalang, apalagi dengan hadiah yang "wauuww" Untungnya sekarang ibuku sudah mulai menyadari, karena sudah beberapa kali mengalami kejadiannya.

Ah, itu ceritaku tahun lalu, semoga tidak akan pernah terjadi lagi penipuan yang lain, dan mari kita tetap waspada, jangan mudah percaya dan mudah tergiur akan iming-iming hadiah.

Waspadalah....waspadalah....!!!



Thursday, 3 March 2016

HOTEL BERHANTU, DUH SEREM...!!!

Di depan lift, aku bersama kedua temanku, Nita dan Dian. Masih pagi sekali kami datang, sekitar jam 07.00, teman yang lain belum ada yang datang, kami kepagian seakan pegawai teladan, karena takut gak kebagian lift lagi, hahaa....

Pintu lift terbuka, kami bertiga pun masuk. Lalu aku yang di pinggir memencet tombol angka 5, yaa tentunya karena tujuan kami ke lantai 5. Pintu lift tertutup dan lift berjalan beberapa saat, lalu lift berhenti dan pintu terbuka. Dan kami langsung melangkah keluar.

Lalu...loh..(menoleh kiri kanan...) kok ini beda, "salah tempat gak ini ya?" tanyaku pada kedua temanku
"Kamu tadi pencet lantai berapa?" tanya Nita.
"Lantai 5 lah, jelas kok aku pencet angka 5" jawabku meyakinkan.
"Terus, kenapa lift berhenti disini?" tanyanya lagi. 
"Loh, lift berhenti itu kan 2 kemungkinan, sudah sampai tujuan, atau ada yang memencet karena akan masuk" jawabku.
"Loh...jadi ini lantai berapa?" tanya Dian.

"Ini lantai 3 dek..." jawab seorang cleaning service yang kebetulan lewat.

Kami melihat sekeliling, sangat sepi dengan cahaya penerangan yang redup, dan hanya terlihat kamar-kamar yang tertutup.

"Terus siapa yang pencet tadi dong kalo ini lantai 3? Gak ada melihat orang yang mau masuk kan, kan gak ada orang nih?" gumamku agak keras.

"Hantu...."kata si CS hotel sambil tertawa dan berlalu pergi meninggalkan kami.

Sontak bulu kuduk kami merinding....

Dan saat itu aku berdiri di depan lift hendak memencet tombol lift dengan membelakangi tembok, dan saat aku berbalik, aku langsung melompat kaget dan menjerit....

'Huaaaaa........"sontak kedua temanku ikut menjerit....
"Apa....???" teriak Nita dan Dian.
"Iii....ituu.....lukisan itu...aku gak tau daritadi lukisan itu dibelakangku...lukisan itu seperti hidup dan memandangku....."
Tanganku memencet tombol lift berulang-ulang, pintu lift pun terbuka, dan kami langsung melompat kedalam lift. Masih dalam suasana ketakutan, untuk kedua kalinya kami menjerit....
"Huaaaaaa....."
Sambil menutup muka dan hampir keluar lagi dari lift, kami kira kami melihat hantu, tapi ternyata....sesosok yang berdiri dipojok lift dengan setelan safari hitam hampir sama dengan tembok lift adalah pegawai hotel yang hendak naik ke lantai 5 juga, jantung kami hampir copot.

Orang itu tertawa dan bertanya, "Kenapa??"
"Gak kenapa-kenapa kak?" kami menjawab.
"Dari lantai 3 ya?" tanya nya lagi. Kami mengangguk.
Lalu dengan senyuman anehnya lelaki itu berkata, "kalo disini jangan banyak fikiran dan jangan suka melamun".
Lalu pintu lift terbuka dan sampai ditempat tujuan kami.
Kami keluar lalu melihat sekeliling, "nah....ini baru benar tempat tujuan kita" kata ku kepada kedua temanku.

Kami langsung masuk kelas masing-masing, kami bertiga tidak ada yang satu kelas, dan kami belum berani bercerita apa-apa karena nanti dikira kami penakut (padahal kan memang iya, hihii...).

Lukisan yang seperti ini tepat dibelakang ku dan aku tidak menyadarinya. (sumber gambar disni)
Hari itu aku sedang mengikuti pelatihan, bertempat di sebuah hotel ditengah kota ku, Palembang. Pelatihan dilaksanakan selama tiga hari, dan dikarenakan tidak jauh dari rumah, kami tidak ada yang menginap alias pulang.

Tempat belajar kami ada di lantai 5. Wah...tinggi ya, capek kalau mau naik tangga, hadeehh....

Hari pertama, setelah selesai ceremonial pembukaan, kami langsung dibagi masing-masing kelas. Langsung saja kami menyerbu lift untuk masuk ke kelas kami yang ada di lantai 5. Tapi ternyata....aduuhh.... lift yang hanya satu, dan kami yang sekitar 100an orang, tentu antri dan lama menunggu.

Akhirnya aku memutuskan untuk naik tangga, diikuti oleh teman-temanku yang sudah lama antri. Dan baru sampai ke lantai 3, temanku mengeluh capek, "besok-besok aku gak mau lagi naik tangga, naik lift saja lah" gerutu teman-temanku.
Dengan tertatih-tatih, kami pun sampai di lokasi tujuan kami di lantai 5.
Acara ceremonial pembukaan pelatihan
Hari pertama kami jalani seperti biasa hingga selesai belajar jam 4 sore dan dilanjutkan hari berikutnya hingga 3 hari selesai dan penutupan.
Hari pertama masih berani foto di dalam hotel, selanjutnya gak berani lagi, hihii....
Hotel "B" itu bisa dikatakan hotel lawas dan tua, dan juga didalam hotel terdapat banyak koleksi barang antik, seperti lampu lentera jaman dahulu kala, mesin tik tua, sepeda ontel Bung Karno, Guci tua, dan masih banyak barang-barang tua termasuk lukisan-lukisan yang seperti berbau mistis.

Sejak kejadian di lift itu, aku tidak berani ke toilet sendirian, minta temani temanku dan harus ditungguin (hihii...).

Menurut cerita beberapa teman, memang benar, hotelnya serem dan aura mistis nya sangat kuat, makanya jangan sampai melamun dan pikiran kosong.

Kebetulan sekali saat kejadian itu aku lagi "dapet", "wah...pantas saja kamu diganggu" kata teman-temanku.

Hari terakhir foto bersama sebagian teman pelatihan di depan Hotel

Akhirnya, hingga acara pelatihan selesai, aku gak berani yang macem-macem, iihh serem ih....foto-foto juga gak berani lagi di dalam hotel, takut ada yang "ikut narsis" hihii....

Itulah sekilas cerita pengalamanku, percaya gak percaya sih dengan namanya mistis, tapi mau gak percaya juga kadang benar terjadi. Yang pastinya tetap kuat ibadah dan kuat iman, mudah-mudahan kita semua akan baik-baik saja tanpa mendapat gangguan "Hantu". Hehee....

Udahan dulu ya, aku ini nulis sambil berdebar-debar takut (dasar penakut ih...),
Sekian dan terima kasih....